Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Pariwisata di Bali Mulai Bangkit

Kunjungan wisatawan domestik, telah menggairahkan penyediaan akomodasi, kuliner dan transportasi di Bali.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 09 November 2020  |  10:52 WIB
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, DENPASAR-- Industri pariwisata di Provinsi Bali menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada kuartal III/2020 dan pemulihan  bakal berlanjut hingga akhir tahun.

Berdasarkan data yang dikutip dari Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi di Bali pada kuartal III/2020 sudah kembali positif, menjadi 1,16 persen. Lebih baik dibandingkan dengan kinerja kuartal II/2020 sebelumnya sebesar -7,24 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan pemulihan ini akan berlanjut pada triwulan IV/2020, seiring dengan perkiraan membaiknya kondisi pariwisata. Hal ini terkonfirmasi dari leading indikator jumlah kedatangan penumpang domestik di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai yang tercatat sebesar 121.937 orang pada Oktober 2020, atau tumbuh 32,77 persen i (m-t-m).

"Namun perekonomian diperkirakan belum kembali pada level 2019. Hal ini karena sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak Covid-19 dan memerlukan waktu untuk pulih kembali," tuturnya saat dihubungi Bisnis,  Sabtu, (8/11/2020).

Perbaikan ekonomi di Pulau Dewata ini sejalan dengan seiring dengan implementasi strategi pemulihan ekonomi yaitu penerapan tatanan kehidupan baru dalam program Clean Healthy Safety and Environment (CHSE) pada sektor pariwisata.

Namun, untuk sektor pertanian pada triwulan III/2020 tercatat mengalami kontraksi yang disebabkan oleh rendahnya penyerapan produk sehingga nilai tambah menurun. Dia mengungkapkan Bali memerlukan penerapan teknologi dari hulu hingga hilir dalam rangka peningkatan produktivitas, peningkatan umur produk dan pemasaran produk pertanian.

Kemudian,  jika dilihat secara pertumbuhan tahunan (y-o-y), Bali masih mengalami kontraksi sebesar -12.28 persen lebih rendah dari kuartal II/2020 sebesar -11,02 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa, meskipun secara level terjadi peningkatan dibanding kuartal II/2020, nilai PDRB Bali di kuartal III/2020 ini masih jauh dibawah nilai PDRB di kuartal III/2019.

Dari 17 lapangan usaha, 11 diantaranya tercatat tumbuh positif dimana tiga pertumbuhan tertinggi dialami lapangan usaha Jasa Pendidikan yang tumbuh sebesar 3,98 persen, diikuti sektor jasa lainnya yang tumbuh sebesar 3,86%, dan informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 3,78 persen.

Kunjungan wisatawan domestik menjadi secerca harapan bagi industri di Bali. Aktivitas wisata yang dilakukan pelancong domestik, telah menggairahkan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan kuliner, transportasi dan industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,41 persen, 3,64 persen, dan 3,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata pariwisata bali
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top