Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MSG Bukan Satu-satunya Penyebab Hipertensi

Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi. Apalagi, hipertensi tak disebabkan oleh faktor tunggal yalni makanan mengandung Monosodium Glutamat (MSG).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 05 November 2020  |  16:59 WIB
Ilustrasi - Wowamazing
Ilustrasi - Wowamazing

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada masa pandemi Covid-19 masyarakat khawatir akan kondisi penyakit degeneratif, seperti hipertensi, dan sistem imun, karena mempengaruhi proses pemulihan jika terkena virus Covid-19.

Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi. Apalagi, hipertensi tak disebabkan oleh faktor tunggal yalni makanan mengandung Monosodium Glutamat (MSG).

Ada beberapa cara mencegah hipertensi. Misalnya, dimulai dari gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur, dan hindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH).

Namun, Anda juga bisa mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

Dia menyebut, untuk mensiasati pengurangan asupan garam atau diet rendah garam, kita dapat mengganti penggunaan sebagian garam dengan bumbu umami seperti MSG yang akan memberikan dampak positif lainnya.

"Jadi, jika kalian tetap ingin makanan yang dikonsumsinya memiliki cita rasa yang tinggi, namun sekaligus ingin diet rendah garam juga, cara ini sangat sesuai, dan faktanya, strategi ini juga dapat meningkatkan sistem imun kita,” ungkap Ahmad, dari siaran pers, Kamis (5/11/2020).

Dia memerinci, kandungan natrium pada MSG itu hanya 1/3 kandungan natrium pada garam dapur normal, dan sudah banyak juga penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu penurunan asupan garam namun tetap menjaga palatabilitas makanannya.

"Ini juga terbukti dengan sertifikasi halal MUI dan izin BPOM bahwa penggunaan MSG sangat aman, sepanjang sesuai dengan anjuran penggunaan,” lanjutnya.

Menyikapi hal itu, Katarina Larasati, Public Relations Manager AJINOMOTO INDONESIA menambahkan, PT AJINOMOTO INDONESIA sebagai perusahaan yang sangat concern dengan isu kesehatan dan asupan nutrisi, tak henti berupaya untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga asupan nutrisi.

Oleh sebab itu Katarina mengakui diperlukan upaya mensosialisasikan fakta-fakta keamanan Bumbu Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) ditengah masa pandemi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi industri penyedap rasa MSG-Melanesian Spearhead Group
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top