Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hati-Hati Libur Panjang, 40 Persen Tempat Rekreasi Belum Didisinfeksi Rutin

Berdasarkan pantauan Satgas Covid-19 melalui aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku, di tempat-tempat rekreasi seperti restoran dan tempat wisata, sebanyak 40 persen tidak rutin didisinfeksi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  12:37 WIB
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur menyemprot disinfektan di sejumlah jalan protokol di Jatinegara, Senin (13/4/2020). - Antara
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur menyemprot disinfektan di sejumlah jalan protokol di Jatinegara, Senin (13/4/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menyambut libur panjang, masyarakat diimbau untuk tetap waspada ketika berlibur di luar rumah. Pasalnya, ternyata tidak semua tempat dipastikan kebersihannya. 

Ketua Bidang Informatika dan Data Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan Satgas Covid-19 melalui aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku, di tempat-tempat rekreasi seperti restoran dan tempat wisata, sebanyak 40 persen tidak rutin didisinfeksi. 

“Ini harus jadi pengingat bagi yang mau pergi ke tempat wisata, karena tempat-tempat ini belum tentu dibersihkan secara rutin. Artinya kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan memastikan diri kita selalu bersih,” kata Dewi dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2020).

Selain tempat rekreasi, pengawas suhu tubuh juga tidak ditemukan di 42 persen tempat umum seperti perkantoran, mal, tempat ibadah, restoran, dan tempat umum lainnya. Kemudian 41,6 persen tempat juga tidak memiliki pengawas khusus protokol kesehatan. 

Secara umum, dilihat dari kepatuhan institusi, dari 34.000 institusi yang sudah diinspeksi di 114.000 titik di 468 kabupaten/kota dan 34 provinsi, yang tidak patuh ada di 48 kabupaten/kota, yang kurang patuh ada di 36 kabupaten/kota, dan yang patuh ada 16 kabupaten/kota.

Lantaran tak ada sanksi berat, umumnya para petugas dari Satgas yang mengawasi kepatuhan protokol kesehatan di lapangan melakukan teguran. Sampai 29 Oktober 2020 tercatat sudah 13 juta orang yang ditegur. 

“Dari perkembangan hariannya teguran paling banyak dilakukan itu di pasar, kemudian bisa di jalanan umum, di kantor, perumahan, dan tempat wisata,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, terkait dengan kepatuhan memakai masker, kepatuhan yang terendah ada direstoran. Selain untuk makan dan minum, umunya pengunjung restoran tetap melepas masker sambil mengobrol dengan orang lain. 

Di perumahan atau pemukiman tingkat kepatuhan menggunakan maskernya cukup rendah. Kemudian, disusul tempat olahraga publik. 

“Ini juga harus hati-hati kalau olahraga, cek dulu kalau terlalu ramai, kita pastikan ramai atau tidak. Kemudian di terminal dan jalanan umum juga ditemukan masih banyak yang kurang patuh memakai masker,” imbuhnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekreasi Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top