Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Magis ala Hutan The Lord of The Rings di Banyuwangi

Hutan De Djawatan berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Keunikan hutan ini karena memiliki sejenis ‘Treebeard’ yakni pohon-pohon Trembesi berusia tua yang tumbuh kokoh, menjulang tinggi dan tampak kekar. Dalam kunjungan Bisnis, cabang-cabang pohon itu terlihat menyebar hingga mendominasi bentangan awan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  14:04 WIB
Hutan De Djawatan
Hutan De Djawatan

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan sangat imajinatif, J.R.R. Tolkien, profesor dan ahli linguistik Universitas Cambridge mendeskripsikan suasana Hutan Fangorn, hutan yang ditinggali oleh pohon tua bernama Treebeard dan dua hobbit yang bersembunyi dari kejaran Orc, yaitu Merry dan Pippin.

Nyatanya Hutan Fangorn tak perlu dicari hingga lintas benua ke Eropa atau Australia. Jika Anda terpikat dengan daya magis Hutan Fangorn dalam buku maupun film The Lord of The Rings, Anda bisa menemukan hutan sejenis di Banyuwangi. Namanya Hutan De Djawatan.

Hutan De Djawatan berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Keunikan hutan ini karena memiliki sejenis ‘Treebeard’ yakni pohon-pohon Trembesi berusia tua yang tumbuh kokoh, menjulang tinggi dan tampak kekar. Dalam kunjungan Bisnis, cabang-cabang pohon itu terlihat menyebar hingga mendominasi bentangan awan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, pohon-pohon tersebut berusia ratusan tahun karena kawasan ini ternyata sudah eksis sejak masa penjajahan. Dulunya kawasan ini menjadi tempat penimbunan kayu milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, namun lambat laun pihak pengelola akhirnya memutuskan mengubah lokasi ini menjadi obyek wisata. Kini, semakin banyak wisatawan yang bertandang hanya demi berfoto dengan latar belakang pepohonan bak di film The Lord of The Rings.

Begitu Anda memasuki kawasan ini, mata Anda akan terpikat dengan tingginya pepohonan tua di kiri dan kanan. Anda seperti sedang menjalani sebuah mitos bersama hutan-hutan magis. Suasana yang menyejukkan di bawah atap dedaunan menambah suasana menyenangkan saat Anda menyusuri hutan ini.

Keindahan De Djawatan menjadi lokasi langganan untuk foto pre-wedding masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya. Alhasil jika sedang berlangsung photo session, Anda harus menunggu giliran jika ingin berfoto pada spot yang sama. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Anda untuk datang pada waktu hari kerja guna menghindari keramaian.

Jika Anda datang kesini pada siang hari, Anda akan mendapatkan perpaduan cerah dari langit dan juga warna hijau dari pepohonan. Sebaliknya, jika Anda mencari suasana berfoto yang sejuk dengan pancaran matahari yang mulai samar-samar, maka waktu sore hari adalah saat yang tepat bagi Anda mengunjungi tempat ini.

Kepopuleran lokasi De Djawatan mendorong ragam inovasi untuk terus menarik minat wisatawan. Misalnya saja, kini di hutan tersebut telah disediakan ragam pernak-pernik seperti payung cantik sebagai ornamen foto. Tak mengherankan dengan sejumlah properti ini, hasil foto bisa menjadi lebih instagramable.

Selain itu, untuk melengkapi diri sebagai fasilitas wisata, Hutan De Djawatan telah dilengkapi sejumlah arena bermain untuk anak dan keluarga. Beberapa pohon pun sudah dimodifikasi dengan aplikasi rumah pohon. Di sekitar kawasan juga telah tersedia warung makan hingga kafe bagi wisatawan untuk bersantai sejenak setelah mengelilingi hutan.

Selama masa pandemi Covid-19, area wisata ini sempat dinonaktifkan. Namun kini, area wisata ini kembali aktif dengan memberlakukan protokol kesehatan bagi semua pengunjung. Para wisatawan diwajibkan untuk mengenakan masker, mengikuti cek suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Untuk menuju ke lokasi ini, Anda harus menempuh jarak 31 kilometer ke arah selatan yakni arah Jember, dengan durasi sekitar setengah sampai satu jam perjalanan. Begitu tiba, Anda akan menjumpai Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk, di pertigaan Benculuk. Adapun pintu masuk menuju De Djawatan berada pada gang sebelah utara alias sebelah kanan jalan, jika Anda masuk dari arah Kota Banyuwangi.

Harga tiket menikmati pepohonan trembesi tua ini ternyata sangat murah. Anda hanya perlu meronggoh Rp5000 per orang, dengan tambahan untuk parkir sepeda motor sekitar Rp2000 per orang. Meski begitu, biaya ini bisa membengkak ketika Anda mencoba ragam wahana di dalam arena De Djawatan. Sebut saja; untuk menunggang kuda, Anda akan dikenakan biaya Rp20.000 untuk orang dewasa, dan Rp15.000 untuk anak-anak. Jika Anda hendak mencoba naik dokar, Anda akan dikenakan Rp10.000 untuk dewasa, dan Rp5000 untuk anak-anak.

Anda diperkenankan menikmati area wisata ini dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB. Nah, apakah Anda sudah siap kembali wisata menjelajah hutan The Lord of The Rings?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan banyuwangi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top