Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tagar Save Komodo Bergema di Media Sosial, Petisi Ini Muncul

Bahkan, muncul juga petisi penolakan pembangunan kawasan wisata itu yang digagas di twitter berjudul Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  09:15 WIB
Komodo - Istimewa
Komodo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Media sosial twitter hari  ini diramaikan dengan tagar save Komodo menysusul adanya rencana pembangunan kawasan wisata di pulau Rinca yang dikhawatirkan akan merusak habitat Komodo di wilayah tersebut.

Bahkan, muncul juga petisi penolakan pembangunan kawasan wisata itu yang digagas di twitter berjudul Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo.

Petisi itu, hingga saat ini telah ditandatangani lebih dari 300.000 orang dan ditargetkan 500.000 orang untuk menandatanganinya. 

Adapun isi petisi tersebut sebagai berikut :

Ini lahan KONSERVASI bukan Lahan INVESTASI!

"Kami menolak pembukaan lahan di Taman Nasional ini!"

Pak (@jokowi) kami sangat menghargai bapak karena engkau Presiden kami, dengan rendah hati kami Masyarakat Indonesia meminta kembalikan lahan ini, kami mohon perintahkan kepada Pemda untuk pemutusan izin INVESTOR ASING (Swasta) di kawsan Taman Nasional Pulau Komodo. Kami rasa Perusahaan Swasta ini tidak akan pernah layak! dan bahkan tidak pantas membeli tanah di lahan Taman Nasional ini!

300 hektar di Pulau Padar mau di kelola Perusahaan SWASTA, 22,1 hektar di Pulau Rinca pas di puncak tempat Komodo biasa lewat. Please help protect Komodo dari tangan investor, jangan bebani punggung Komodo dengan bangunan investor.

"Perlu diketahui Komodo (Varanus komodoensis) termasuk spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo sekaligus satu-satunya di dunia (Komodo juga merupakan warisan dari zaman purbakala, karena Komodo termasuk dalam Hewan Purba yang telah hidup jutaan tahun lalu di Indonesia) habitat aslinya di Taman Nasional Komodo termasuk di Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur".

Akun twitter @savekomodo menulis dan mencuit beragam isu terkait rencana tersebut di twitternya.

"Selama ribuan tahun Ata Modo & Komodo Dragon hidup bersama dlm apa yg para antropolog sebut interspecies companionship (kekerabatan antar-spesies). Itu yg seharusnya diangkat dlm pemb pariwisata; bukan bikin “Jurassic Park”, menggusur warga, bangun resort eksklusif. #SaveKomodo," tulisnya.

Berikut komentar penolakan lainnya dari warganet 

bukan hanya tentang menyelamatkan taman nasional & konservasi komodo di Indonesia, yang lebih penting adalah keamanan jangka panjang dan pelestarian lingkungan & habitatnya untuk tahun-tahun mendatang #savekomodo

Saya khawatir jika terus berlanjut, akan ada konflik antara Komodo & manusia di masa depan. Tak hanya itu, perlahan-lahan warga akan tergusur, termasuk aktivitas perekonomian. Mereka harus menggunakan uang gedung Jurrasic Park untuk membantu ekonomi lokal # SaveKomodo

Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, Komodo pantas mendapatkan tempat mereka, titik. Saya tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan manusia ini tetapi saya harap petisi ini dapat, semuanya, silakan luangkan waktu Anda untuk menandatanganinya, hati saya hancur saat iniPatah hati #savekomodo

Tinggalkan mereka sendirian di habitat aslinya, jangan merusak hidup mereka !! Dasar kecoak busuk, menjijikkan, dan rakus yang jelek !!!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komodo pulau komodo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top