Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendakian Gunung Gede Dibuka Lagi, Ini yang Wajib Diketahui Wisatawan

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Wahju Rudianto menjelaskan, keputusan ini sudah diambil resmi berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor: SE.1195/BBTNGGP/Tek.2/10/2020 tentang Pembukaan Kembali Pendakian Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  15:21 WIB
Gunung Gede - wikipedia
Gunung Gede - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) membuka pendakian kembali mulai Rabu, 21 Oktober 2020, pasca evaluasi bersama Tim Satgas Internal Pengendalian Covid 19 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Wahju Rudianto menjelaskan, keputusan ini sudah diambil resmi berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor: SE.1195/BBTNGGP/Tek.2/10/2020 tentang Pembukaan Kembali Pendakian Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Meski begitu, Wahju mengingatkan pembukaan jalur pendakian mulai 21 Oktober 2020 ini masih dalam batas waktu yang belum ditentukan. Oleh sebab itu, ada sejumlah arahan dari Wahyu bagi para pendaki mulai 21 Oktober 2020 ini yang wajib dipatuhi oleh pendaki dan wisatawan.

Pertama, ada penerapan kuota pendakian sebesar 25 persen dari kuota normal atau sebanyak 300 orang per hari berlaku total untuk semua pintu pendakian yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Meski demikian para pendaki harus memahami bahwa penerapan kondisi ini bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali.

Kedua, kini ada peningkatan penerapan protokol meliputi pengaturan pintu masuk dan menerapkan booking online melalui link: http://booking.gedepangrango.org/.

“Para pendaki juga harus melalui pemeriksaan kesehatan dan menyertakan Surat Keterangan Sehat pada hari H pendakian,” tegas Wahju.

Ketiga, para pendaki wajib menerapkan protokol kesehatan yang dapat dilihat pada link Instagram Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Salah satu yang wajib diperhatikan pada jalur pendakian yang sempit antar pendaki tetap menjaga jarak minimal 1 meter.

Untuk informasi lebih lanjut wisatawan dan pendaki dapat menghubungi Call Center TNGGP melalui 0877 8093 7837, serta Call Center Pendakian TNGGP yaitu 0263 – 519415 dan 0263 – 2950977.

Asal tahu saja, sebelumnya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah melakukan reaktivasi Tahap I melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 23 Juni 2020 tentang Reaktivasi Bertahap Kawasan Taman Nasional dengan penerapan kuota kunjungan saat pandemi 50% dari kuota harian.

Pembukaan itu juga diperkuat oleh Surat Edaran (SE) Kepala Balai Besar tanggal 24 Agustus tentang Pembukaan Kembali Pendakian Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Namun kurang dari sebulan, terbit kembali Surat Direktur Jenderal KSDAE tanggal 10 September 2020 yang menyatakan kembali penutupan kegiatan pendakian di TNGGP. Keputusan ini diambil sesuai hasil tindak lanjut dengan evaluasi bersama Tim Satgas Internal Pengendalian Covid 19 Balai Besar TNGGP dan Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur.

Wahju membeberkan, pembukaan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dilakukan dalam rangka menggerakan kembali perekonomian dari sektor wisata alam. Tujuan lain aktivitas ini agar memulihkan kondisi psikologis masyarakat khususnya untuk para pendaki pasca isolasi dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Apalagi, Wahju juga menyebut persentase antusiasme para calon pendaki yang mengubungi call center Quick Response TNGGP dari sejak penutupan tanggal 11 September 2020 sampai 18 Oktober 2020 masih terbilang tinggi. Paslanya, dari 92 orang yang menghubungi sebanyak 91,30 persen menanyakan tentang pendakian selebihnya 8,70 persen terkait wisata.

Dengan dibukanya pendakian Gunung Gede Pangrango diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui multiplier effect yang ditimbulkan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari jasa lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata gunung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top