Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ocean Park dan Disneyland Hong Kong Berupaya Bangkit

Ocean Park dan Disneyland Hong Kong tetap buka sepanjang tahun meskipun pandemi Covid-19 sedang berlangsung.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  15:42 WIB
Shanghai Disney dibuka kembali, dengan aktivitas terbatas. - shanghaidisneyresort
Shanghai Disney dibuka kembali, dengan aktivitas terbatas. - shanghaidisneyresort

Bisnis.com, JAKARTA—Ocean Park dan Disneyland di Hong Kong dibayangi ancaman kebangkurtan akibat kerugian yang terus diderita akibat pandemi Covid-19. Sejumlah langkah dilakukan oleh keduanya guna menarik masyarakat Hong Kong datang mengingat perjalanan global terhenti.  

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (19/10/2020), Ocean Park dan Hong Kong Disneyland Resort adalah 2 taman hiburan di Hong Kong yang telah berjuang dan menghadapi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

Semua tanda menunjukkan bahwa kedua taman hiburan tersebut tenggelam lebih dalam ke dalam kerugian pada tahun ini. Mereka terpaksa tutup selama lebih dari 200 hari dalam 2 putaran kebijakan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kedua tempat hiburan tersebut dibuka kembali untuk kedua kalinya pada September 2020, dan harus menemukan cara memanfaatkan 7,5 juta orang Hong Kong tetap berkunjung mengingat perjalanan global yang terhenti pada saat ini.

Mantan Ketua Ocean Park Allan Zeman mengatakan kedua taman hiburan tersebut harus melakukan yang terbaik untuk tetap buka sepanjang tahun meskipun pandemi Covid-19 sedang berlangsung.

 “Hanya menutup bisnis saja sudah membunuh bisnis,” katanya, Senin (19/10/2020).

Sebelum virus menyerang, pengeluaran di taman hiburan di Hong Kong diperkirakan oleh badan industri internasional akan tetap stabil pada angka US$816 juta atau sekitar HK$6,4 miliar pada tahun ini.

 Zeman menuturkan dirinya tidak bisa memprediksi seberapa buruk angka itu sekarang. Hanya saja, dia meyakini sangat mengerikan mengingat kedua atraksi harus menutupi biaya operasional tanpa ada pendapatan.

“Mereka belum membangun cadangan yang besar karena belum mendapat untung besar,” katanya.

Ocean Park, dengan sekitar 2.000 karyawan penuh waktu, telah mencatat defisit tahunan berturut-turut lebih dari HK$200 juta sejak tahun keuangan 2015 2016 – termasuk penurunan masif sebesar HK$557 juta pada tahun keuangan terakhir.

Taman hiburan ini sejak 2014 telah menghadapi persaingan ketat dari atraksi bertema laut biru di Zhuhai, yang dijalankan oleh Chimelong Group.

Sementara Disneyland memiliki lebih dari 5.500 pekerja penuh waktu, dan keadaannya tidak jauh lebih baik dari Ocean Park menurut ulasan bisnis terbaru.

Sejak dibuka pada 2005, taman hiburan ini hanya mencetak untung sebanyak 3 kali dari 2012 sampai dengan 2014. Taman hiburan ini membukukan kerugian bersih selama 5 tahun keuangan secara berturut-turut dari 2015.

Ketika pariwisata mengalami pukulan besar saat kerusuhan sosial pada tahun lalu, maka kerugian Disneyland pada 2018 – 2019 meningkat menjadi HK$105 juta atau hampir 2 kali lipat dari kerugian yang dialami pada tahun keuangan sebelumnya.

Masih dalam SCMP, kedua taman hiburan ini pun menerapkan sejumlah strategi untuk dapat terus bertahan di tengah pendaki yang belum usai.

Pimpinan Ocean Park pada saat ini, Lau Ming-wai mengandalkan staycation, harga masuk yang lebih rendah, dan aktivitas baru untuk membuat orang datang ke Ocean Park.

Tidak hanya itu, mulai November juga akan ada tenda ber-AC terpasang di Ocean Park, dan harga yang ditawarkan diperkirakan berada di bawah HK$3.000 per malam untuk 4 orang.

Mulai bulan ini, pemegang tiket dapat membayar HK$80 untuk melakukan yoga di akuarium atau ketika naik dayung di Aqua City Lagoon, atau mereka bisa pergi mendaki.

Adapun biaya masuk untuk orang dewasa turun dari HK$498 menjadi HK$320, dan tiket terusan atau tidak terbatas selama 6 bulan tersedia dengan harga HK$498.

Sementara Disneyland menawarkan menginap dan sarapan mulai HK$1.378 guna menarik masyarakat Hong Kong agar berkunjung. Dengan harga itu juga, pengunjung dapat belajar membuat dimsum atau koktail karakter disney.

Tidak hanya itu, seorang sumber mengungkapkan Disneyland juga akan mengubah sebuah kastil sebelum natal, dan itu akan menjadi fokus acara yang akan diselenggarakan dalam perayaan ulang tahun yang ke-15.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

disneyland hong kong
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top