Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabin Pesawat Lebih Aman dari Covid-19 Dibandingkan Ruang Operasi Standar

Para peneliti melakukan ratusan tes di dalam beberapa pesawat Boeing 777 dan 767, baik dalam penerbangan maupun ketika berada di darat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  19:29 WIB
Ilustrasi kabin pesawat
Ilustrasi kabin pesawat

Bisnis.com, JAKARTA—Studi mengungkapkan penularan Covid-19 di dalam pesawat sangat tidak mungkin ketika semua orang di dalam pesawat menggunakan masker.

Dilansir dari Fox News pada Jumat (16/10/2020), Departemen Pertahanan dan United Airlines menemukan bahwa risiko penularan Covid-19 dalam perjalanan menggunakan pesawat sangat tidak mungkin, bahkan dalam penerbangan selama 12 jam.

Para peneliti melakukan ratusan tes di dalam beberapa pesawat Boeing 777 dan 767, baik dalam penerbangan maupun ketika berada di darat.

Dalam tes tersebut, mereka melepaskan aerosol pelacak dari manekin yang setara dengan ribuan batuk dan menelusuri bagaimana mereka bergerak melalui kabin. Mereka mengujinya dengan kedua manekin yang memakai masker dan tidak memakai masker.

“Hasilnya: paparan Anda terhadap Covid-19 hampir tidak ada di penerbangan kami,” tulis United di Twitter terkait penelitian tersebut.

Dalam studi ditemukan bahwa udara mengalami perubahan lebih sering di dalam pesawat daripada di ruang operasi standar rumah sakit. Hanya membutuhkan 6 menit untuk 99,99% partikel disaring keluar dari kabin.

Saat ini, maskapai mendapatkan pukulan telak karena pandemi Covid-19 mengingat banyak pelancong memilih membatalkan, menunda, atau tidak memesan penerbangan.

Hingga pekan lalu, Airlines for America mencatat perjalanan udara domestik turun 62% dan perjalana udara internasional turun hingga 79% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Bahkan, dalam penerbangan panjang, risiko paparan adalah minimal,” tulis studi tersebut.

Risiko yang lebih tinggi berasal dari duduk di barisan yang sama dengan seseorang yang terkena virus. Kemudian, diikuti oleh barisan tepat di depan dan belakang mereka.

Risiko terbesar mungkin datang ketika individu berbicara dengan penumpang di sampingnya saat makan atau minum tanpa masker, yang tidak diuji secara khusus oleh penelitian tersebut.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan masker bedah tiga lapis standar, salah satu jenis masker paling populer dan jenis yang sama yang disediakan maskapai penerbangan. Masker jenis lainnya tentu dapat berbeda efektivitasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top