Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berburu Wisata Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Daerah Lewat Aplikasi

Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat masyarakat tak lagi bisa leluasa berwisata sehingga berdampak pada penjualan makanan dan oleh-oleh khas nusantara.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  20:12 WIB
Aplikasi Leholeh
Aplikasi Leholeh

Bisnis.com, JAKARTA – Wisata kuliner dan berburu oleh-oleh ketika berkunjung ke sebuah destinasi wisata menjadi satu hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat yang tengah berlibur.

Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat masyarakat tak lagi bisa leluasa berwisata sehingga berdampak pada penjualan makanan dan oleh-oleh khas nusantara.

Sebab, biasanya kuliner dan oleh-oleh hanya laris pada saat banyak masyarakat yang berkunjung atau berwisata ke daerah tersebut. Untuk membantu para pelaku usaha memasarkan produknya sekaligus membantu pembeli untuk menikmati kuliner khas nusantara, Gifari Zakka Adha meluncurkan aplikasi Leholeh di bawa bendera usaha PT Leholeh Rasa Nusantara Jaya.

Melalui aplikasi yang termasuk dalam kategori market place tersebut, pihaknya akan menghubungkan antara penjual dan pembeli yang menginginkan makanan khas suatu daerah hanya dengan mengakses aplikasi Leholeh tanpa harus bepergian ke suatu daerah, atau menghabiskan waktu berkeliling dari toko ke toko untuk mencari oleh-oleh.

"Contoh ada seseorang yang ingin makan makanan khas Bandung, kalau dihitung ada banyak pengeluaran, mulai dari ongkos sampai waktu. Tapi lewat aplikasi ini, kita bisa pilih dan langsung pesan," ungkap Gifari.

Selain itu, alasan dirinya meluncurkan aplikasi Leholeh bertujuan untuk membantu para penjual makanan khas Nusantara. Sebab, dengan adanya aplikasi ini, produsen maupun penjual akan lebih mudah memasarkan produknya melalui online.

“Kita coba berikan solusi atas permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha, agar makanan khas tidak hanya laris pada saat musim libur saja. Selain itu, di dalam aplikasi ini kita juga memberikan informasi mengenai makanan khas suatu daerah sehingga masyarakat lebih paham tentang sejarah makanan khas yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Pengusaha senior Sandiaga Salahudin Uno memberi apresiasi langkah yang dilakukan oleh pemuda berusia 23 tahun yang berani untuk merintis usaha di tengah masa pandemic Covid-19 ini, sekaligus berhasil mengembangkan aplikasi yang mengadopsi kearifikan lokal, khususnya makanan khas Nusantara.

“Saya rasa inisiatif Gifari ini sangata tepat karena di tengah pandemic ini, kita sebagai pengusaha harus terus berinovasi dan menciptakan lapangan pekerjaan karena yakinlah badai akan berlalu dan ekonomi akan membaik,” ujarnya.

Sandi pun mengingatkan modal awal membangun usaha adalah minat dan kecintaan terhadap apa yang dilakukan. "Whatever you do, do what you love, and love what you do. Kerjakan bidang yang kita cintai dan nikmati," ungkap Sandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner aplikasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top