Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Promo Dorong Para Chef Inovasi dari Makanan Cepat Saji

Masyarakat mengalami tren baru untuk menikmati kuliner. Kondisi tersebut membuat chef melakukan inovasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  13:31 WIB
Makanan cepat saji - Ilustrasi
Makanan cepat saji - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Selama masa pandemi promo makanan cepat saji mendorong para chef beradaptasi dan memanfaatkan cara instan memasak dengan bahan dasar dari produk promo.

Memasak adalah seni yang mengasah ketajaman panca indra, khususnya untuk mengecap hasil masakan.

Tak heran jika keunggulan sebuah masakan terletak dari kelihaian memilih bahan masakan, campuran bumbu, hingga proses memasak dan tatanan hasil masakan agar menggugah selera. Proses ini terbilang panjang dan penuh ketelitian, oleh sebab itu, seni memasak penuh proses uji coba maupun kegagalan yang tentu akan memakan waktu.

Meski begitu, selama pandemi promo masakan cepat saji ataupun makanan siap masak menjadi pilihan utama. Apalagi dengan kembalinya pengetatan aktivitas sosial di Jakarta, dan larangan dine-in di restoran mendorong peningkatan pemesanan makanan siap antar.

Hal ini sudah diprediksikan sebelumnya oleh Chef Ragil Imam Wibowo kepada Bisnis.com. Chef Ragil menyebut tren memasak saat pandemi hanya menghangat hanya sepanjang masa awal pandemi saja. Sisanya, masyarakat akan mengalami pola baru dalam tren kuliner. 

Menurut dia, kegemaran memasak di kalangan masyarakat selama pandemi tidak diikuti keseriusan dan minat yang tinggi. Imbasnya, ketika menemukan pilihan-pilihan lain yang lebih praktis, nikmat, dan cepat, konsumen akan beralih ke produk tersebut ketimbang harus memasak dengan mengikuti resep atau berkreasi sendiri. 

Sejumlah chef pun kini mulai beralih memanfaatkan kanal pembelian makanan secara daring untuk belanja masakan. Oleh sebab itu, Ragil menilai para chef juga akan beradaptasi dan meluncurkan inovasi dari bahan makanan siap masak.

Chef dan Pakar Kuliner Indonesia Sisca Soewitomo misalnya, sempat melakukan ‘prank’ dengan mengunggah foto menggantung panci.

Aksi Sisca mengundang rasa penasaran dan dugaan bahwa Ratu Boga Indonesia ini akan hengkang dari dunia kuliner. Ternyata, Sisca beralasan dia berhenti memasak hanya sementara waktu karena ingin memanfaatkan diskon masakan dari Go-Food.

Meski tak se-ekstrim Sisca, sejumlah chef di Indonesia tetap berinovasi dengan adaptasi terhadap kondisi normal baru. Caranya, kini sejumlah chef mulai memanfaatkan bahan makanan siap masak yang tersedia dalam belanja daring. 

Chef Owner Union Group Karen Karlotta, melalui instagramnya menyajikan nasi goreng dengan bahan siomay cepat saji.

Dia pun mengaku memilih dan membeli siomay cepat saji pada salah satu aplikasi makanan. 

“Jadi siomaynya ada yang sudah digoreng ada yang belum digoreng, nanti dimasak bareng dengan nasi gorengnya,” kata Karen melalui akun Instagramnya.

Berlokasi di dapurnya, Chef Karen memeragakan tahapan memasak nasi goreng siomay. Pertama, dia memanaskan teflon dengan margarin hingga mencair.

Chef Karen lalu menambahkan bawang putih yang diparut. Perpaduan bumbu ini diaduk hingga berbusa.

Kedua, setelah bumbu berbusa, Chef Karen memasukkan siomay yang sudah dipotong. Dia pun menambahkan nasi putih, garam, kecap asin, dan lada, lalu diaduk kembali sampai merata.

“Nah, kalau sudah matang begini, tinggal memasukkan siomay yang sudah digoreng di sebelumnya. Aduk merata, dan sajikan bersama bawang goreng,” ujarnya. 

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, tips proses hingga cara memasak Chef Karen terbilang sangat cepat, tak lebih dari 20 menit.

Jenis memasak dengan cara seperti ini tentu akan lebih efisien bagi masyarakat yang sedang bekerja dari rumah dengan beban pekerjaan yang tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner chef memasak pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top