Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mal, Restoran dan Pusat Bisnis Filipina Kembali Buka Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi

Toko-toko di mal Filipina, pertambangan, dan tempat penukaran uang sekarang diizinkan beroperasi kembali dengan kapasitas penuh
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  12:25 WIB
SM Mall of Asia, pusat perbelanjaan terbesar di Bay City, Manila - Bloomberg
SM Mall of Asia, pusat perbelanjaan terbesar di Bay City, Manila - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Filipina telah mengizinkan mal dan beberapa bisnis untuk dibuka kembali lebih cepat, meski negara Asia Tenggara itu mencatat lebih banyak kematian akibat virus corona pada bulan lalu.

Gugus tugas yang berperan melawan wabah virus telah menyetujui rekomendasi manajer ekonomi untuk membuka kembali lebih banyak industri dan transportasi umum, menurut juru bicara Presiden Rodrigo yaitu Duterte Harry Roque.

Toko-toko di mal, pertambangan, dan tempat penukaran uang sekarang diizinkan beroperasi kembali dengan kapasitas penuh, katanya.

Restoran sekarang dapat beroperasi sepanjang waktu, sementara mal dapat tetap buka hingga pukul 11 malam. Salon dan tukang cukur juga dapat beroperasi dengan kapasitas 75%. Klasifikasi karantina saat ini diharapkan dipertahankan, dan hanya akan diubah sebagai upaya terakhir jika kasus Covid-19 meningkat, menurut pernyataan Roque.

Kontraksi ekonomi, yang diproyeksikan akan terjadi sebesar 6,6% tahun ini, mungkin membalikkan pencapaian negara dalam pengurangan kemiskinan, menurut Sekretaris Perencanaan Sosial Ekonomi Karl Chua.

Dia mengatakan tingkat kemiskinan mungkin "sementara akan naik" menjadi 17,5% meskipun tujuan pemerintah untuk menguranginya menjadi 14% pada tahun 2022 tetap dapat dicapai. Sekitar 16,6% penduduk Filipina hidup di bawah garis kemiskinan pada 2018, menurut data yang ditunjukan oleh Bank Pembangunan Asia terbaru.

Filipina sedang mencari keseimbangan antara menghentikan wabah terburuk yang terjadi di Asia Tenggara tersebut dan menghidupkan kembali ekonomi yang jatuh ke dalam resesi pada kuartal kedua. Sementara kasus Covid-19 di negara itu telah meningkat menjadi hampir 325.000 pada 5 Oktober.

Kematian akibat virus corona juga meningkat hingga lebih dari 1.900 pada bulan September, yang menjadi peningkatan bulanan tertinggi sejak dimulainya pandemi. Sementara itu kasus infeksi baru menurun menjadi lebih dari 90.000 bulan lalu dari 127.000 pada Agustus. Metode contact tracing yang lebih baik telah menjadi faktor penting dalam memperlambat penyebaran virus, ujar Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire yang dikatakan melalui briefing virtual terpisah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top