Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisakah Anda Tertular Corona di Pesawat?

Sebagian ahli menilai penularan virus corona di pesawat sangat kecil, tetapi ada beberapa kasus yang menginfeksi penumpang pesawat.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  18:37 WIB
Ilustrasi kabin pesawat
Ilustrasi kabin pesawat

Bisnis.com, JAKARTA -- Jika akan terbang untuk menghabiskan liburan bersama keluarga dan teman, Anda mungkin bertanya-tanya, dapatkah saya tertular virus corona (Covid-19) di pesawat?

Ya, itu mungkin. Tapi seberapa besar kemungkinannya? Kami masih belum yakin. Seperti halnya semua hal terkait Covid-19, ilmu pengetahuan tentang ini terus berkembang.

Pertama-tama, untuk diperjelas segala jenis perjalanan saat ini meningkatkan risiko Anda tertular Covid -19. Tentu saja, wajar untuk khawatir tentang terbang, khususnya - bagaimanapun juga, hal itu menempatkan Anda di ruang tertutup dengan penumpang lain yang mungkin terinfeksi (dan bahkan tidak menyadarinya).

Dikutip dari WebMD, Selasa (6/10/2020), tetapi banyak ahli mengatakan bahwa risiko keseluruhan terkena virus di pesawat itu sendiri “relatif kecil” dan penelitian yang dirilis baru-baru ini tampaknya mendukung mereka.

Risiko rendah, sebagian, disebabkan oleh sistem resirkulasi udara di sebagian besar pesawat, yang menggantikan udara kabin dengan udara segar setiap 2 hingga 3 menit. Selain itu, sebagian besar pesawat dilengkapi dengan filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA), serupa dengan yang digunakan di unit perawatan intensif rumah sakit, yang menyaring 99,9 persen partikel.

Namun, masih banyak yang tidak kami ketahui tentang virus ini, dan dua studi terbaru lainnya menunjukkan bahwa berbagi kompartemen pesawat bukan sepenuhnya tanpa risiko.

Dalam satu kasus, seorang penumpang dalam penerbangan dari London ke Hanoi, Vietnam, tampaknya telah menginfeksi 15 sesama pelancong. Dalam kasus lain, empat penumpang di pesawat dari Boston ke Hong Kong jatuh sakit karena Covid-19 setelah penerbangan mereka. Karena mereka masing-masing dites positif untuk jenis SARS-CoV-2 yang sama, para peneliti sangat yakin mereka pasti telah saling menulari di dalam penerbangan.

Penting untuk dicatat bahwa kedua penerbangan ini berlangsung pada awal Maret sebelum masker dipakai secara teratur dan keduanya merupakan penerbangan jarak jauh, satu beroperasi lebih dari 10 jam dan yang lainnya lebih dari 15 jam.

Kemungkinan akan memakan waktu cukup lama sebelum para peneliti dapat memberi tahu kami dengan tepat keadaan dan perilaku apa yang meningkatkan kemungkinan penularan Covid-19 saat terbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top