Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Hotel di Bali Melayani Wisatawan Saat Pandemi

Penyedia penginapan di Bali kian gesit mempermudah pemesanan dan memperkat protokol kesehatan demi keamanan wisatawan.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  14:23 WIB
Resepsionis di Grand Inna Kuta menggunakan alat pelindung kesehatan. - Istimewa
Resepsionis di Grand Inna Kuta menggunakan alat pelindung kesehatan. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Untuk meningkatkan okupansi, maka hotel-hotel di Bali menggandeng penyedia jasa tiket dalam rangka memberikan pelayanan aman, nyaman, dan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Kini masyarakat tidak perlu khawatir dalam memilih akomodasi, khususnya perhotelan. Sebab, selama pandemi virus corona (Covid-19) hotel-hotel di Bali semakin memperketat protokol kesehatan.

Pada masa pandemi, ada  beberapa tahapan yang harus  dilakukan wisatawan. Pertama, mencuci tangan di wastafel yang tersedia di depan lobi hotel. Lalu, berdiri di depan pengecekan suhu tubuh otomatis.

Usai lewat dua persyaratan tersebut, wisatawan dipersilahkan memindai barcode untuk mengisi data diri. Untuk kebutuhan tanda tangan, pulpen yang digunakan tidak lagi bebas seperti dulu tetapi harus ditempatkan di lokasi berbeda untuk kemudian disemprot disinfektan oleh petugas. 

Saat Bisnis melakukan kunjungan ke Grand Inna Kuta, Kayumanis Private Villa & Spa Nusa Dua, dan Montigo Resort Seminyak, maka pemandangan tersebut sudah menjadi hal yang tidak asing. Satu hal lagi, untuk pembayaran sangat disarankan menggunakan metode pembayaran non tunai seperti scan barcode QRIS.

General Manager Grand Inna Kuta Diah Anggraini menegaskan persyaratan tersebut harus dilalui oleh wisatawan sebagai bagian dari protokol kesehatan. Menurutnya, dalam tatanan kehidupan yang baru di Bali, protokol kesehatan juga menjadi bagian dari budaya baru wisatawan.

“Protokol kesehatan ini syarat, dan saya kira seluruh hotel di Bali kini mulai menjalankan. Ini juga demi kenyamanan tamu,” tuturnya ketika ditemui pada akhir pekan lalu.

Penginapan grand inna kuta bali

Wisatawan sedang berdiri di depan pemindai suhu tubuh otomatis di sebelum masuk ke lobi Grand Inna Kuta./istimewa

Diah menjelaskan selain pemindaian, kamar untuk tamu juga wajib melalui penyemprotan disinfektan. Bahkan, kamar yang sebelumnya pernah digunakan oleh tamu tidak dapat langsung digunakan oleh tamu berikutnya. Harus melalui tahapan penyemprotan terlebih dulu. Diah mengaku situasi seperti ini tidak bisa dihindari karena merupakan budaya baru dan menjamin keamanan wisatawan.

Menurutnya, di era seperti sekarang pelaku usaha hotel berupaya memberikan jaminan kenyamanan tanpa menghilangkan keamanan dari virus. Ditegaskan olehnya, manajemen hotel kini mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian sarana kesehatan. Bahkan pihaknya juga melakukan hal serupa terhadap karyawan yang akan bekerja. Salah satu bentuknya memberdayakan dokter yang berjaga mengecek kesehatan karyawan.

Tiket.com, salah satu situs penyedia jasa tiket pesawat, hotel, kereta api, sewa mobil, hingga event juga mengeluarkan program tiket CLEAN, yakni fitur terbaru untuk memastikan partner mereka untuk memenuhi standarisasi protokol kesehatan dan juga kebersihan yang dikeluarkan secara resmi oleh badan PBB seperti organisasi kesehatan dunia WHO. Program ini sendiri akan menjamin para pelanggan tiket.com untuk mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan protokol kesehatan dan kebersihan.

Penginapan kayumanis bali

Kolam renang di Kayumanis Private Villa & Spa Nusa Dua./istimewa

Hotel tidak saja hanya harus beradaptasi dalam hal protokol kesehatan, perihal skema pembayaran pun juga adaptasi dengan menurunnya daya beli. Montigo Resort contohnya, bekerja sama dengan tiket.com mengadopsi sistem booking fleksibel, yakni bisa membayar sekarang untuk menginap tanpa harus menentukan tanggalnya.

“Dengan sistem ini setidaknya ada cashflow yang bisa digunakan misalnya untuk membayar gaji karyawan. Sangat membantu sistem booking fleksibel ini,” tutur GM Montigo Resort Seminyak Agus Wirawan.

Associate Market Manager Tiket.com, Seruni Puspita mengatakan selain masalah protokol kesehatan dan pemesanan fleksibel, di era pandemi sekarang vila juga sangat diminati. Hal itu ditunjukkan dari dari survei, diperoleh hasil yakni 34,76 persen wisatawan lebih memilih vila karena pertimbangan eksklusivitas.

GM Kayumanis Private Villa and Spa Nusa Dua Nyoman Astika mengatakan keunggulan vila di era pandemi sekarang adalah karena bangunannya terpisah. Dengan begitu, fasilitas seperti AC dan juga yang lain di setiap vila tidak akan digunakan oleh tamu yang lain. Menurutnya, hal tersebut membantu wisatawan untuk tetap aman dan nyaman.

“Di vila sudah pasti tidak ada kerumunan orang, itu nilai lebih menginap di vila di era sekarang,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel bali wisatawan pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top