Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Pandemi, Kas Ratu Elizabeth dari Wisata di Istana Berkurang Drastis

Kerajaan Inggris mencatatkan adanya pengurangan pemasukan kas selama pandemi virus corona (Covid-19).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  21:16 WIB
Ratu Inggris. -
Ratu Inggris. -

Bisnis.com, JAKARTA – Para akuntan di Kerajaan Inggris menghitung adanya potensi penurunan pemasukan bagi istana sekitar US$25 juta sebagai akibat turunnya jumlah wisatawan yang mengunjungi istana kerajaan.

Dilansir dari Travel+Leisure, Kamis (1/10/2020), Michael Stevens, Kepala dari Privy Purse di Istana Buckingham yang mengumumkan bahwa para akuntan memperkirakan ada pengurangan pemasukan ke kas kerajaan sekitar US$25 juta sampai tiga tahun mendatang. Adapun pemasukan itu selama ini bersumber dari hasil wisata ke istana kerajaan Inggris. Estimasi ini bersumber dari laporan terakhir para akuntan keuangan kerajaan, atau Sovereign Grant, yang mana juga bertugas mengelola keuangan anggota kerajaan Inggris.

“Jika kita melihat pada data Sovereign Grant, dan juga pendapatan yang diterima untuk mendukung tugas Ratu Elizabeth, maka memang memperkirakan akan ada penurunan yang signifikan terhadap penerimaan yang bersumber dari wisata ke istana,” kata Michael.

Penghitungan Sovereign Grant, 15 persen keuntungan yang selama ini diterima dari fasilitas properti kerajaan untuk wisata setara dengan US$63 juta diserahkan ke kerajaan. Namun sejak 2017, telah disepakati bahwa keluarga kerajaan membutuhkan 25 persen dari keuntungan itu untuk membiayai 10 tahun program revitalisasi properti kerajaan yang menelan US$470 juta.

Pihak pengelola properti kerajaan menyatakan, kini sudah menurunkan ekspektasi penerimaan mengingat turunnya jumlah wisatawan ke Inggris akibat pandemi Covid-19.

Pihak Kerajaan Inggris memprakirakan pemotongan ini akan mempengaruhi kas kerajaan sehingga akan mencoba mencari sumber pendapatan baru untuk menjaga program pemugaran istana dan properti kerajaan lainnya tidak terganggu sampai 7 tahun mendatang.

Perubahan ini juga mencakup karena adanya potensi turunnya pendapatan dari sektor lain misalnya aktivitas tur dan program lain yang selama ini disajikan oleh pihak kerajaan. Oleh sebab itu, Michael pun menyatakan keluarga Kerajaan Inggris akan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, dan memulai perubahan gaya hidup seiring dengan kondisi keuangan yang tengah krisis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top