Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menikmati Alam di Tengah Hutan Gedung Hong Kong

Hong Kong memiliki ruang hijau yang luar biasa. Sekitar tiga perempat dari wilayah kota seluas 1.100 kilometer persegi (atau 425 mil persegi) adalah pemandangan alam - dari garis pantai berbatu dan pantai hingga lereng bukit dan pegunungan berhutan. 
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  15:15 WIB
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong adalah salah satu tempat terpadat di dunia. Namun, bukan berarti Anda tidak akan menemukan alam liar dan terbuka di sana. Pandemi Covid-19 dan sejumlah aktivitas politik di sana, membuat perjalanan ke alam liar mengalami peningkatan.

Dilansir dari Bloomberg, Hong Kong memiliki ruang hijau yang luar biasa. Sekitar tiga perempat dari wilayah kota seluas 1.100 kilometer persegi (atau 425 mil persegi) adalah pemandangan alam - dari garis pantai berbatu dan pantai hingga lereng bukit dan pegunungan berhutan. 

Sekitar 40 persen darinya dilindungi di “taman pedesaan” yang luas, yang mudah diakses dari seluruh kota, dan dijalin bersama dengan lebih dari 530 kilometer jalur, jalan setapak dan rute hiking.

Kedekatan hutan dengan lingkungan perkotaan di Hong Kong sungguh mengejutkan. 

Ketika berjalan menuju lingkungan Wan Chai yang padat, maka terdapat kemungkinan Anda menemukan salah satu babi hutan kota berlari melewati Anda.

Kemudian saat jogging di sepanjang kawasan puncak gunung yang bergengsi di kawasan Peak, Anda akan sangat mungkin lupa bahwa Anda sedang berada di kota.

Di sini juga Anda bisa berlari di sekitar Puncak Victoria di atas pegunungan High West, dan nikmati pemandangan panorama yang membentang dari Kowloon ke pulau-pulau terpencil di Hong Kong yang hijau.

Saat ini, "melarikan diri" dari apartemen kecil kota dan jalan-jalan yang ramai ke pedesaan telah lama menjadi tempat pelarian yang sangat disukai bagi warga Hong Kong. 

Musim semi ini, ketika pandemi menutup taman bermain dan pusat kebugaran dan pembatasan perjalanan mencegah liburan ke Vietnam atau Thailand, jalur pendakian sangat padat, dan mereka tetap sibuk sepanjang musim panas terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1884.

Tren serupa telah terlihat secara global ketika penduduk yang lelah dengan virus korona mencari istirahat dalam rekreasi luar ruangan.

Suatu survei menunjukkan di Australia, misalnya, dua kali lebih banyak orang menggunakan trek dan jalan setapak di Western Sydney Parklands pada Mei dan Juni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top