Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Orang Afrika Doyan Makanan Indonesia

Indonesia dikenal luas dan sangat baik di Afrika, apalagi dikaitkan dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Kedua, Afrika terdiri dari ratusan etnik dan budaya dengan makanan yang beragam seperti Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 September 2020  |  10:41 WIB
 Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia
Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia

Bisnis.com, JAKARTA - Kuliner Indonesia banyak dicari di Afrika tak heran jika bisnis masakan Indonesia berpeluang besar memasuki pasar Afrika.

Menurut Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, ada banyak faktor pemicunya. Misalnya, faktor pertama, Indonesia dikenal luas dan sangat baik di Afrika, apalagi dikaitkan dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Kedua, Afrika terdiri dari ratusan etnik dan budaya dengan makanan yang beragam seperti Indonesia.

Ketiga, kerjasama perdagangan antar negara dan perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Afrika terus berkembang. Keempat, orang Indonesia kian banyak bepergian ke, bekerja dan hidup di Afrika.

Dalam seminar nasional bertajuk Gastro Diplomacy Goes to Africa, Al Busyra Basnur memaparkan tantangan utama yang dihadapi sekarang adalah sebagian besar orang Indonesia belum mengenal perkembangan terkini, potensi dan peluang berbisnis makanan Indonesia di Afrika.

“Lihat, di benua dengan 55 negara dan penduduk 1,3 miliar jiwa, terdapat hanya empat restoran Indonesia yaitu di Mesir, Afrika Selatan, Rwanda dan Sudan. Sementara restoran dari berbagai negara lain seperti Cina, Jepang, Korea, India, Vietnam, Timur Tengah, Italia dan Amerika Serikat, menjamur di Afrika,” kata Duta Besar Al Busyra dari siaran pers, Selasa (29/9/2020).

Dia menambahkan, tantangan lain yang dihadapi adalah transportasi bahan dan bumbu masakan Indonesia karena jarak Indonesia dan negara-negara Afrika cukup jauh dan frekuensi penerbangan masih terbatas.

"Namun, dengan Ethiopia, terdapat penerbangan langsung Addis Ababa-Jakarta, yang dilayani oleh maskapai Ethiopian Airlines,” jelas Duta Besar Al Busyra.

Dr. Falih Suaedi, Dekan FISIP Unair, mengatakan acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang Afrika dan meningkatkan kerjasama Indonesia-Afrika, khususnya di bidang Gastro Diplomacy.

Seminar ini diadakan oleh Pusat Studi Afrika, FISIP Universitas Airlangga (Unair) bekerjasama dengan Indonesia Gastronomy Community (IGC) dan Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI). Turut hadir beberapa pembicara yakni; Paramitaningrum Ph.D dari Indonesia Gastronomy Community Universitas Bina Nusantara, Dr. Pinky Saptandari selaku Ketua Pusat Studi Afrika Unair. Seminar ini dimoderatori oleh Dian Rosdiana Sekjen Asosiasi Antropologi Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afrika masakan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top