Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Masih Marak, Mendaki Gunung Masih Belum Aman

Takkan lari gunung dikejar. Jangan sampai tujuan naik gunung untuk membuang penat, malah membawa penyakit ke rumah.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 23 September 2020  |  16:34 WIB
Seorang turis mancanegara beristirahat di Pura Pasar Agung usai mendaki Gunung Agung - Bisnis.com/Feri Kristianto
Seorang turis mancanegara beristirahat di Pura Pasar Agung usai mendaki Gunung Agung - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA--Wisata pendakian gunung di era new normal menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya, ketika beberapa gunung dibuka, pengunjung langsung membeludak memenuhi jalur-jalur pendakian, seperti yang sempat terjadi di Gunung Gede.

Meskipun Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia sudah mengeluarkan protokol kesehatan dalam pendakian, tapi sudah amankah naik gunung di era new normal?

Galih Donikara, pendaki senior yang merupakan EIGER Adventure Service Team (EAST) Manager, menilai mendaki di saat seperti ini masih belum aman.

“Seperti halnya dalam ekspedisi dan pendakian gunung Everest di Himalaya, ada istilah Window Summit yaitu menunggu waktu terbaik dan paling aman untuk summit attack. Bisa berhari-hari atau satu sampai dua hari saja," tulisnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Galih mengungkapkan selama ‘jendela’ puncak belum terbuka, selama itu pula pendaki harus sabar menanti dengan melakukan simulasi pendakian. Sementara itu, para high altitude sherpa tetap membuat jalur yang jelas untuk dapat digunakan para pendaki ketika puncak dibuka.

Dia mengibaratkan kondisi pada saat ini adalah kondisi pendaki menunggu window summit terbuka. Jika biasanya pendaki menunggu karena cuaca, maka pendaki menunggu kondisi Covid-19 mereda pada saat ini.

“Jadi untuk sekarang ini, main aman dulu aja. Tetap aktif dengan melakukan simulasi-simulasi kecil di sekitar rumah atau bukit-bukit kecil yang aman, di remote area, pada hari biasa agar tidak padat dan lakukan dengan kelompok kecil," katanya.

Dia menambahkan pendaki yang ingin mendaki di kawasan Himalaya, misalnya, rela menunggu satu tahun untuk dapat mendaki di antara April sampai Juni agar aman dan nyaman melaksanakan pendakian.

“Sama halnya dengan sekarang ini. Masih ada waktu toleransi buat para pendaki untuk mendaki gunung pada waktu yang tepat nanti. Takkan lari gunung dikejar. Jangan sampai tujuan kita naik gunung untuk sehat, malah membawa penyakit ke rumah. Yang perlu diingat, tujuan mendaki gunung adalah untuk kembali ke rumah dengan selamat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top