Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Flights to Nowhere, Jadi Tren Traveling di Tengah Pandemi

Sebagai salah satu strategi bertahan di tengah kondisi saat ini, Qantas Airways Ltd menawarkan penerbangan wisata flights to nowhere atau "Terbang ke mana pun" yang lepas landas dan mendarat di bandara yang sama.rnrnPenawaran "Terbang ke mana saja" saat ini sedang tren, dan berkembang di Asia.rnrnDilansir dari Weforum, Qantas mengungkapkan penerbangan wisata selama 7 jam di atas Outback Australia dan Great Barrier Reef ludas terjual dalam 10 menit.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 22 September 2020  |  18:57 WIB
Logo maskapai penerbangan Qantas - Reuters
Logo maskapai penerbangan Qantas - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Pembatasan terbang yang dilakukan oleh sejumlah negara telah memukul banyak maskapai.

Sebagai salah satu strategi bertahan di tengah kondisi saat ini, Qantas Airways Ltd menawarkan penerbangan wisata flights to nowhere atau "Terbang ke mana pun" yang lepas landas dan mendarat di bandara yang sama.

Penawaran "Terbang ke mana saja" saat ini sedang tren, dan berkembang di Asia.

Dilansir dari Weforum, Qantas mengungkapkan penerbangan wisata selama 7 jam di atas Outback Australia dan Great Barrier Reef ludas terjual dalam 10 menit.

Penerbangan Qantas, dengan Boeing Co 787 yang biasanya digunakan untuk perjalanan internasional jarak jauh, akan terbang pada ketinggian rendah di atas Uluru, Great Barrier Reef, dan Sydney Harbour sebelum mendarat kembali di Sydney.

Juru bicara perusahaan mengungkapkan harga tiket yang perusahaan tawarkan sangat tergantung pada kelas yang diinginkan oleh penumpang, yakni berkisar US$575 - US$2.765.

"Dan 134 kursi yang tersedia dengan cepat terjual," kata juru bicara tersebut, Selasa (22/9/2020).

Dia menuturkan minat masyarakat yang tinggi terhadap perjalanan wisata inu menandakan banyak orang merindukan perjalanan dan pengalaman terbang.

Perusahaan, lanjutnya tidak menutup kemungkinan membuka lebih banyak penerbangan wisata jika terdapat permintaan untuk itu sementara sambil menunggu pembatasan dibuka.

"Ini mungkin penerbangan dengan penjualan tercepat dalam sejarah Qantas," katanya. 

Selain Qantas, maskapai lain yang mengadakan program ini adalah EVA Airways Corp, Taiwan dan ANA Holdings Inc, Jepang.

EVA Taiwan menggunakan salah satu pesawat ikonik Hello Kitty untuk penerbangan khusus hari ayah pasa bulan lalu, sementara ANA menggunakan Airbus SE A380 yang biasanya terbang ke Honolulu untuk penerbangan 90 menit dengan pengalaman Hawaii di pesawat.

Tiket seharga 6.888 dolar Taiwan (US$236) untuk penerbangan Tigerair Taiwan dari Taipei yang akan mengelilingi Pulau Jeju Korea Selatan dilaporkan terjual habis dalam 4 menit.

Harga tersebut termasuk voucher satu tahun untuk tiket pulang-pergi dari Taiwan ke Korea, yang dapat digunakan setelah larangan perjalanan COVID-19 dicabut.

Chen Shu Tze, 44, seorang insinyur dari Taipei, mengatakan dia mendaftar untuk penerbangan tersebut karena vouchernya sangat bagus dan dia tidak bisa bepergian - terutama ke Korea Selatan, tujuan favorit.

“Pandemi berdampak buruk pada industri pariwisata dan penerbangan, jadi saya ingin membantu meningkatkan ekonomi, dan saya merindukan penerbangan,” katanya

Adapun Thai Airways International PCL pada bulan ini membuka restoran pop-up di darat, menawarkan makanan dalam penerbangan yang disajikan dari kursi maskapai kepada calon pelancong.

Singapore Airlines Ltd juga mengincar penerbangan wisata mulai bulan depan, surat kabar negara itu, Straits Times melaporkan pada hari Minggu, sebuah gagasan yang mendapat kritik luas dari para pencinta lingkungan dan komentator online. 

"Pertama, ini mendorong perjalanan intensif karbon tanpa alasan yang baik dan kedua, ini hanyalah langkah penghentian sementara yang mengalihkan perhatian dari kebijakan dan perubahan nilai yang diperlukan untuk mengurangi krisis iklim," kata kelompok kesadaran SG Climate Rally. 

Singapore Airlines mengatakan sedang mempertimbangkan beberapa inisiatif tetapi belum ada keputusan akhir yang dibuat tentang apakah akan menawarkan penerbangan tamasya.

Qantas mengatakan akan membayar untuk mengimbangi emisi karbon pada penerbangan wisata dari Sydney, meskipun kritik online mencatat bahwa itu tidak benar-benar mengurangi emisi.

Konsep penerbangan wisata bukanlah hal baru. Antarctica Flights menyewa jet Qantas untuk penerbangan wisata melintasi Antartika selama 26 tahun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top