Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kafe Ini Tawarkan Anda Layanan Restoran Layaknya di Dalam Pesawat

Di dalam pesawat komersial pensiunan di kota pesisir Pattaya, peminum kopi membuat diri mereka nyaman di kursi bergaya kelas satu dan berpose seolah berada di dalam pesawat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 September 2020  |  19:57 WIB
Kafe pesawat
Kafe pesawat

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika jutaan orang di seluruh dunia terjebak di rumah karena pandemi, "kafe pesawat" di Thailand menawarkan pelanggan kesempatan untuk berpura-pura sedang berada di langit.

Di dalam pesawat komersial pensiunan di kota pesisir Pattaya, peminum kopi membuat diri mereka nyaman di kursi bergaya kelas satu dan berpose seolah berada di dalam pesawat.

Boarding pass di tangan, beberapa "penumpang" bahkan memilih tur kokpit.

"Dengan kafe ini, saya bisa duduk di kelas satu dan juga bermain-main di kokpit dengan berpura-pura menjadi kapten pesawat," kata Thipsuda Faksaithong, 26 tahun. "Sangat menyenangkan." Ujarnya dikutip dari straitstime.

Ms Chalisa Chuensranoi, 25, mengatakan kunjungannya sama baiknya dengan perjalanan apa pun yang dia lakukan sebelum pandemi, yang menutup perbatasan Thailand pada bulan Maret.

"Duduk di sini, di bagian kelas satu ... benar-benar memberi saya perasaan benar-benar berada di pesawat, meluncur di udara," katanya.

Di kafe lain di kantor pusat maskapai penerbangan nasional Thai Airways di Bangkok, pengunjung yang lapar tampaknya melewatkan makanan pesawat saat mereka melahap spaghetti carbonara dan daging sapi ala Thailand yang disajikan di baki plastik oleh awak kabin.

Tapi bagi Tuan Intrawut Simapichet, 38, yang datang ke kafe bersama istri dan bayinya, pengalaman itu lebih dari sekedar makan.

"Biasanya, saya orang yang sering bepergian, dan ketika kami terpaksa harus tinggal di rumah ... itu agak menyedihkan," katanya saat sesama penumpang berpose dengan barang bawaan di dekat pintu pesawat palsu. "(Kafe) mengurangi apa yang hilang."

Thailand adalah negara pertama di luar China yang mendeteksi kasus virus korona, tetapi sejak itu jumlah korbannya rendah, dengan sekitar 3.400 infeksi dan 58 kematian.

Namun, pembatasan perjalanan telah mengikis ekonomi yang bergantung pada pariwisata, sementara warga Thailand terjebak karena persyaratan karantina di negara lain.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan membuka kembali akses perjalanan dengan negara-negara tertentu yang juga memiliki tol rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat kafe
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top