Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Cara Cerdik Pemasaran Restoran di Masa Pandemi

Mengubah sistem manajemen restoran sesuai adaptasi kesehatan akibat pandemi bukanlah hal yang mudah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 September 2020  |  15:42 WIB
Warga duduk di restoran sebelum jam malam yang diberlakukan karena corona virus di Kota Makati, Metro Manila, Filipina, Senin (16/3/2020). Bloomberg - Veejay Villafranca
Warga duduk di restoran sebelum jam malam yang diberlakukan karena corona virus di Kota Makati, Metro Manila, Filipina, Senin (16/3/2020). Bloomberg - Veejay Villafranca

Bisnis.com, JAKARTA – Selama masa pandemi, industri restoran dan perhotelan mengalami banyak perubahan yang mendasar dalam bisnis dari pemasaran hingga produksi.

Dilansir dari Wordstream, mengubah sistem manajemen restoran sesuai adaptasi kesehatan akibat pandemi bukanlah hal yang mudah. Hal ini mengingat sistem dan mekanisme kerja bisnis restoran pada masa sebelum pandemi pun tidak mudah untuk diubah.

Berikut ada 5 strategi dan cara cerdik memasarkan atau mempromosikan restoran di tengah pandemi.

1. Menjual Perlengkapan Makanan Beserta Cocktail

Membeli makanan adalah hal yang biasa, namun yang memberikan kesan dari sebuah restoran adalah suasana makan yang diberikan. Sejumlah restoran menjual makanan dan cocktail beserta perlengkapan lengkap agar konsumen bisa merancang sendiri suasana makan di rumah layaknya di restoran. Meskipun cara ini tak sepenuhnya menggantikan pengalaman makanan di restoran, namun cara ini adalah alternatif yang bagus. Misalnya restoran Sugar and Spice, di Boston, memberikan menu survival kits, paket lengkap yang membuat Anda bisa menikmati makanan sesuai dengan kondisi dapur Anda. Dengan memesan paket lengkap, Anda bisa merancang masakan sesuai dengan yang ada di TV. Cara ini juga terbilang efisien karena memangkas biasa operasional yakni biaya sewa ruangan, biaya pekerja, dan biaya memasak.

2. Membuka Kelas Memasak Daring

Belakangan, beberapa restoran mengenakan biaya untuk pengambilan foto. Artinya, restoran punya peluang untuk memberikan pengalaman bagi konsumen yang datang dan mengabadikannya di media sosial. Adapun MasterClass dan YouTube juga memberikan banyak tutorial beragam pemahaman kuliner, meski demikian tak semua orang berhasil menghasilkan masakan yang sama persis dengan resep. Hal ini menandakan tingginya antusiasme orang belajar memasak dan kuliner. Bully Boy, salah satu resotan lokal menawarkan kelas membuat cocktail sesuai kebutuhan secara online. Cara ini diyakini bisa mengajak konsumen lebih interaktif dengan restoran. Meskipun cara ini terbilang instan mempengaruhi pendapatan, namun ini bisa menjaga seseorang tetap terkoneksi.

3. Bagikan resep Anda, sekalipun itu yang rahasia

Salah satu yang paling penting dan menjual dari sebuah restoran adalah resep masakannya yang nikmat. Beberapa resep terus diperbaharui, sebagian lagi ada yang diwariskan turun temurun. Hal serupa terjadi bahkan pada restoran berkelas. Pembatasan sosial membuat banyak orang yang berminat pada resep dari masakan tertentu harus menahan diri. Oleh sebab itu, cara yang bisa diambil adalah dengan merilis resep rahasia kepada publik agar tetap mengingat restoran tersebut.

4. Optimalkan Branding di Media Sosial

Selama masa pandemi, banyak orang bekerja dari rumah dan melakukan aktivitas yang sama secara rutin setiap hari. Alhasil banyak orang yang menghabiskan waktu di mesia sosial. Oleh sebab itu untuk menjaga animo konsumen pada restoran Anda, penting untuk membuat iklan yang cerdas dan cantic melalui media sosial. Pastikan juga Anda mempunyai kualitas foto yang terbaik. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas promosi yang disediakan tiap platform untuk mendorong iklan dan pemasaran Anda.

5. Berikan Fasilitas Berdonasi pada Menu

Meskipun restoran tak bisa berfungsi secara normal, namun permintaan makanan tidak berkurang. Sebaliknya permintaan pada makanan dan minuman juga meningkat terutama bagi para tim medis. Misalnya, Pagu, restoran Jepang dan Tapas, restoran Spanyol, membuat masakan yang hangat untuk para tim medis di garda depan. Mereka membagikannya di rumah sakit, dan mereka mempublikasikannya melalui Instagram dan Facebook. Cara membagikan donasi ini meningkatkan daya tarik konsumen terhadap restoran, serta membuat para pekerja medis lebih optimis. Alhasil loyalitas dari konsumen terbangun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner restoran
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top