Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengunjung Candi Borobudur Dibatasi 2.500, Pengelola Minta Tambahan Kuota

Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur meminta tamabhan kuota pengunjung dari yang ditetapkan sekarang sebanyak 2.500 pengunjung, karena pada akhir pekan jumlah pengunjung hampir menyentuh batas kuota tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2020  |  08:30 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, MAGELANG - Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur meminta tamabhan kuota pengunjung dari yang ditetapkan sekarang sebanyak 2.500 pengunjung, karena pada akhir pekan jumlah pengunjung hampir menyentuh batas kuota tersebut.

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana Ia menyebutkan pada hari Sabtu dan Minggu pengunjung cukup banyak, pernah mencapai 2.477 orang.

"Dengan kuota tersebut berarti, setelah pengunjung mencapai 2.500 orang dalam satu hari, pengunjung di belakangnya sudah tidak bisa masuk, tentu hal ini akan membuat kecewa," katanya Jumat (4/9/2020), seperti dilaporkan Antara.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menambah kuota pengunjung tersebut.

Menurut dia guna mengantisipasi jika terjadi kelebihan tersebut sebaiknya kuota kunjungan ditambah.

"Jangan sampai pengunjung yang sudah jauh-jauh datang ke sini tidak bisa melihat Candi Borobudur dari dekat, tentu akan kecewa," katanya.

Selain itu, Putu juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) agar pengunjung yang selama masa adaptasi kebiasaan baru ini hanya bisa menyaksikan dari halaman, bisa naik ke candi paling tidak sampai ke lantai tiga.

Ia menyampaikan sudah ada SKB Menteri Pariwisata dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait protokol ksehatan di tempat-tempat wisata terbuka seperti museum dan candi.

"Oleh karena itu, kami berharap pengunjung bisa naik ke candi minimal di lantai 1, 2, dan lantai 3 yang notabene tidak ada pegangan tangan di lantai tersebut sehingga masih aman terkait dengan protokol kesehatan," katanya.

Putu menyampaikan akan koordinasi dengan BKB, mungkin untuk pengaturan pengunjung naik ke candi alur masuknya dari pintu timur dan utara.

"Pengunjung masuk dari pintu timur keluar di pintu selatan dan yang masuk dari pintu utara keluarnya di pintu barat sehingga pengunjung tidak ketemu di lorong-lorong candi, jadi pengunjung tetap mengalir satu arah begitu saja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

candi borobudur covid-19

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top