Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Religi Komunitas India di Kuil Shri Mariaman

Dalam sebuah kesempatan, Bisnis.com menyusuri suasana di Little Madras, Medan. Uniknya, Little India di Medan ini disematkan nama sebagai 'Kampung Keling'.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  17:58 WIB
Kuil Shri Mariaman
Kuil Shri Mariaman

Bisnis.com, JAKARTA - Little India di Medan, Sumatra Utara, tak hanya menyajikan ragam wisata kuliner tetapi juga lokasi wisata religi di Kuil Shri Mariaman.

Dalam sebuah kesempatan, Bisnis.com menyusuri suasana di Little Madras, Medan. Uniknya, Little India di Medan ini disematkan nama sebagai 'Kampung Keling'.

Penyematan nama Kampung Keling adalah deskripsi daei masyarakat Kota Medan, Sumatera Utara untuk para imigran asal India yang rata-rata berkulit hitam. 

Sebagai negara dengan populasi terbanyak, tak mengherankan jika masyarakat negeri Hindustan menyebar di berbagai negara. Khusus di Medan, para imigran asal India ini berasal dari ras Tamil yang datang ke Sumatra Utara sekitar abad ke-19.

Tujuan kedatangan mereka adalah untuk bekerja di perkebunan sawit maupun tembakau. Lambat laun, komunitas ini kian berkembang akibat perkawinan dan kedatangan ras lain pun ikut bermigrasi ke Medan sebut saja etnis Cheyttar dan Punjab.

Setibanya di depan Little India, Anda akan langsung tertarik dengan bangunan yang berbentuk candi dengan ragam warna-warni. Pada dinding bangunan pun penuh dengan pahatan dan arca dewa dan dewi. Bangunan ini adalah Kuil Shri Mariaman.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, kuil ini dibangun pada 1884 sebagai sarana bagi komunitas masyarakat India di Kota Medan bisa melakukan ibadah.

Gerbang masuk kuil memang tak terlalu besar, namun kubah yang tinggi ke atas sangat menonjol di perempatan jalan menuju Kampung Keling.

Aroma harum dupa langsung memenuhi rongga hidung Anda. Pada sisi samping kiri dan kanan pintu, Anda langsung berjumpa dengan patung dewa.

Selain itu pada sisi kiri dan kanan, dibangun tempat sesajenan dengan patung dewa-dewa di dalamnya.

Kuil ini dibangun dengan gaya arsitektur Dravidia. Tampak pada sekeliling dinding bangunan hingga atap kuil masih dipenuhi dengan ornament khas bagi dewa dan dewi agama Hindu.

Jika Anda berniat untuk masuk ke arena peribadatan, Anda harus melepas alas kaki. Area peribatan pun dipenuhi ragam gambar hingga ukiran arca dewa dan dewi kepercayaan Hindu.

Waktu kunjungan untuk wisatawan maupun kepentingan ibadah hanya dibuka mulai pukul 06.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Puas menikmati suasana interior unik di kuil, Anda bisa menyusuri lorong Kampung Madras. Disanalah Anda bisa menjumpai ragam masakan khas India.

Selain kuil untuk umat Hindu, kawasan Kampung Keling juga menyediakan masjid dengan nama Ghaudiyah Mosque dengan desain interior dan eksterior yang khas dengan gaya India. Tak jauh dari Kampung Keling juga ada Vihara Gunung Timur untuk umat Buddha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

festival kuil sikh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top