Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Manfaat Naik Gunung Bagi Kesehatan Tubuh

Kegiatan naik gunung memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Namun ingat, persiapan yang baik menjadi kunci keselamatan bagi pendaki.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  04:59 WIB
Kenakan baju tebal saat mendaki gunung - mumseword.com
Kenakan baju tebal saat mendaki gunung - mumseword.com

Bisnis.com, JAKARTA - Saat naik gunung, Anda akan melihat pemandangan indah, menghirup udara segar, mencium aroma, serta mendengar suara alam.

Aktivitas ini juga baik untuk ketenangan pikiran. Mendaki gunung juga merupakan latihan kardio yang ampuh dengan beragam manfaat.

Manfaat dari naik gunung adalah menurunkan risiko terkena penyakit jantung, meningkatkan tekanan dan kadar gula darah, meningkatkan kepadatan tulang karena berjalan merupakan olahraga menahan beban, membangun kekuatan otot, membantu mengontrol berat badan dan memperbaiki mood.

Menurut studi yang dilakukan Harvard Health, naik gunung dapat membakar ratusan kalori per jam. Dalam studi tersebut, orang yang mempunyai berat badan 185 pound (sekitar 84 kilogram) membakar sebanyak 532 kalori per jam ketika naik gunung. Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan bersepeda yang hanya membakar 280 kalori per jam.

Sebenarnya, ada banyak faktor yang memengaruhi jumlah kalori yang terbakar saat naik gunung. Misalnya berat badan Anda, tingkat kecuraman atau kemiringan jalur pendakian, kecepatan berjalan, berat beban tas punggung Anda, suhu udara, usia, hingga jenis kelamin.

Namun sebelum naik gunung, penting untuk memahami tantangan kesehatan dan fisik yang mungkin dihadapi. Pelajari tentang beberapa risiko mendaki gunung dan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk tetap aman.

1. Atasi penyakit ketinggian

Ketinggian saat naik gunung ternyata dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Dikenal sebagai penyakit ketinggian, acute mountain sickness (AMS) mempunyai beberapa gejala seperti sakit kepala, mual, insomnia, hingga kelelahan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ketinggian. Cara-cara tersebut di antaranya dengan membiasakan diri dengan lingkungan baru (aklimatisasi), minum obat maupun suplemen, hingga turun ke ketinggian yang lebih rendah.

2. Ajak teman

Ketika baru pertama kali naik gunung, sebaiknya jangan mendaki sendirian, terutama di jalur-jalur yang asing maupun terpencil. Ajaklah teman supaya Anda bisa mendapatkan bantuan ketika tersesat atau terluka. Jika sudah sering naik gunung, tidak masalah jika Anda melakukannya secara sendirian.

3. Memahami rute pendakian

Pahami peta di jalur pendakian. Ikuti jalan setapak dan jalur-jalur yang sudah ditandai. Periksalah kondisi cuaca sebelum pendakian. Jika terjadi masalah, pikirkan untuk mengatur ulang rencana pendakian Anda.

4. Siapkan peralatan yang tepat

Penting untuk mengenakan pakaian yang tepat ketika naik gunung. Sebaiknya, Anda membawa perlengkapan untuk semua jenis cuaca. Jumlah udara menjadi lebih sedikit saat berada di dataran tinggi. Hal ini dapat menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim dan cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung destinasi wisata pendaki gunung

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top