Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Tingkat Hunian Hotel Mulai Meningkat

Saat masa new normal, sekelompok hotel mulai mencatatkan peningkatan okupansi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  21:38 WIB
Hotel Amaroossa Grande Bekasi mencatatkan peningkatan okupansi hotel sejak Juli 2020 - istimewa
Hotel Amaroossa Grande Bekasi mencatatkan peningkatan okupansi hotel sejak Juli 2020 - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki masa adaptasi kenormalan baru atau new normal, industri pariwisata kembali menggeliat. Salah satu yang cukup terdampak adalah bisnis perhotelan. Sempat anjlok pada masa awal-awal pandemi, secara perlahan industri perhotelan mulai bangkit meski belum bisa dikatakan sama seperti masa sebelum pandemi.

Hendras Natanegara, General Manager Hotel Amaroossa Grande Bekasi mengatakan sejak Juli tingkat okupansi hotel mulai meningkat, terutama ketika pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Memasuki masa new normal, okupansi mulai naik, terutama sejak awal Juli. Tingkat okupansi bisa mencapai di atas 50 persen tapi belum setinggi seperti masa sebelum Covid. Sebagian besar masih untuk bisnis dan sebagian lagi untuk berlibur atau staycation,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (19/8/2020).

Untuk menarik lebih banyak masyarakat untuk menginap selama bulan Agustus ini, Amaroossa Grande Bekasi menyiapkan promo kemerdekaan yakni Grande Independence Day yang berlaku sejak tanggal 15 hingga 30 Agustus 2020.

Dalam promo kemerdekaan ini, pihaknya menawarkan harga promo Rp775.000 untuk menginap 2 hari 1 malam, termasuk sarapan, dan mendapatkan paket Grande Merdeka senilai Rp75.000.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih untuk menginap di hotel, Hendras mengaku makin optimis dengan bisnis perhotelan. Selain itu, untuk memberi kepercayaan dan kenyamanan kepada para tamu, pihaknya juga menerapkan standar keamanan dan kesehatan sesuai protokoler kesehatan.

Tidak hanya berlaku bagi para tamu yang menginap, standar keamanan dan kesehatan juga diterapkan bagi para tamu restoran, tamu yang menyelenggarakan pertemuan dan acara hingga tamu yang memanfaatkan segala fasilitas hotel lainnya.

“Seluruh karyawan hotel yang bertugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti face shield, masker dan sarung tangan, disesuaikan juga dengan tugas pekerjaan masing-masing,” tuturnya.

Hotel Amaroossa Grande Bekasi juga telah melaksanakan beberapa protokol kesehatan, seperti penyemprotan cairan desinfektan di dalam mobil, pengukuran suhu tubuh tamu sebelum memasuki mobil, penyemprotan koper/tas tamu sebelum dimasukkan ke dalam bagasi hingga persediaan masker.

Begitupun saat kedatangan di lobi hotel, protokol kesehatan yang sama pun diterapkan, dengan menyiapkan hand sanitizer dan membiasakan para tamu untuk membayar dengan cara non tunai.

“Untuk memastikan kebersihan kamar tamu, penggantian sprei dan duvet tempat tidur, sarung bantal juga dilakukan langsung setelah tamu yang sebelumnya check-out seperti yang sudah menjadi standar SOP new normal pariwisata. Penyemprotan cairan desinfektan dilakukan beberapa jam sebelum tamu check-in,” tambahnya.

Sementara itu, untuk pelayanan makan dan minum, pihaknya juga memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Baik pelayanan makan dan minum di restoran maupun layanan antar ke kamar.

Bagi tamu yang ingin menyelenggarakan pertemuan dan acara, Amaroossa Grande Bekasi juga menetapkan beberapa regulasi baru dengan protokol kesehatan. Selain itu, ada pengaturan jarak antar meja dan kursi sepanjang 1,5 meter, kapasitas ruangan maksimal 50% dari kapasitas penuh hingga jarak tata makan prasmanan bagi para tamu dengan dilayani langsung oleh karyawan saat pengambilan makan.

Standar keamanan dan kesehatan di seluruh fasilitas hotel mulai dari area umum seperti lobby, restoran, kolam renang, gym, spa, lift, hingga toilet umum juga tidak luput dari perhatian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel okupansi hotel Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top