Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarik Kembali Wisatawan, Begini Strategi Marina Bay Sands

Pandemi Covid-19 telah sukses memberikan dampak besar pada pengoperasian bisnis hotel, termasuk di Marina Bay Sands
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  06:36 WIB
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA -- Singapura sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang mencatatkan resesi pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pukulan keras bagi Singapura mulai terjadi sejak awal 2020. Berkurangnya aktivitas perdagangan dan investasi menghambat laju ekonomi.

Meski begitu kini Singapura mulai berangsur-angsur membaik seiring dengan perbaikan bisnis perhotelan melalui penerapan sejumlah protokol kesehatan.

Paul Town, Senior Vice President, Resort Operations, Marina Bay Sands mengatakan pandemi Covid-19 telah sukses memberikan dampak besar pada pengoperasian bisnis hotel.

Di Marina Bay Sands misalnya, Paul menegaskan pihaknya sudah melakukan inovasi dalam desain kerja dan proses operasional hotel sehingga bisa menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Cara ini menjadi salah satu strategi untuk menarik kembali wisatawan masuk ke Singapura. Apalagi setelah pandemi Covid-19 memberi kompleksitas baru dalam bisnis hospitality.

"Inilah alasan sejak Covid-19 pada Januari 2020, Marina Bay Sands sudah menyusun protokol kesehatan yang higienis, sanitasi yang terintegrasi,” kata Paul kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.

Protokol itu langsung dikerjakan dalam tiga bulan pertama dengan menerapkan 40 langkah mendesain kembali operasional bisnis selama pandemi dan menuju normal baru.

Adapun upaya penerapan protokol kesehatan dan lingkungan higienis ini sangat bergantung dengan inovasi teknologi pada bisnis hotel. Tak heran jika pemanfaatan teknologi sangat memperbaharui wajah dan proses bisnis hospitality.

Paul memerinci kini semua kartu kamar yang digunakan wajib dibersihkan dan dipastikan higienis. Petugas wajib membersihkan ruangan sesuai standar sebelum digunakan kembali.

Ruangan yang dipakai pengunjung juga dibersihkan dengan disinfektan, terutama untuk sejumlah peralatan kamar yang sering digunakan dan disentuh.

"Misalnya TV, remote control, saklar, lampu kamar,” tuturnya.

Paul juga membeberkan, kini pihak Marina Bay Sands tidak hanya menyediakan perlengkapan disinfektan tetapi juga termometer, vitamin C, dan sarung tangan di kamar.

Perusahaan bahkan menyediakan mesin pembersih ruangan elektrostatis yang disertai disinfektan untuk membersihkan udara dalam ruangan secara rutin terutama setiap kali penghuni sedang keluar.

Beberapa protokol baru yang dikerjakan adalah perusahaan membersihkan seprei dan bed cover dengan suhu 70 derajat Celcius dalam rangka mematikan sejumlah bakteri dan patogen untuk mencegah penularan bagi penghuni lain.

Sejak 19 Juni 2020, Marina Bay Sands sudah membuka kembali sejumlah fasilitas ikonik mereka misalnya; Infinity Pool, ArtScience Museum, Casino, The Shoppes, Banyan Tree Spa dan Fitness Club. Perusahaan juga sudah mengaktivasi lagi sejumlah pertunjukan misalnya Digital Light Canvas dan Sampan Rides.

Meski begitu sejumlah lokasi pameran seperti Sands Expo and Convention Centre, MARQUEE nightclub dan Sands Theatre masih ditutup sampai dengan adanya regulasi dari pemerintah untuk memulai aktivitas bisnis berskala besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel singapura marina bay
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top