Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sisca Soewitomo Pensiun dari Dunia Kuliner, Ini Perjalanan Kariernya

Hal itu disampaikannya lewat postingan di akun instagramnya dengan mengistilahkan gantung panci.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  10:56 WIB
Sisca Soewitomo gantung panci
Sisca Soewitomo gantung panci

Bisnis.com, JAKARTA - Sisca Soewitomo atau yang akrab disapa bu Sisca, menyatakan pensiun atau mundur dari dunia masak-memasak.

Hal itu disampaikannya lewat postingan di akun instagramnya dengan mengistilahkan gantung panci.

Dia juga mengisyaratkan rencana pensiun itu karena menurutnya sudah berpuluh tahun berkecimpung di dunia kuliner.

"Sahabat-sahabatku tercinta, setelah puluhan tahun saya di dunia kuliner dan ribuan resep yang sudah saya ciptakan, ini mungkin saat yang tepat untuk gantung panci," tulis Sisca.

Chef yang satu ini, sempat sangat populer di era tahun 1990an dan membawakan acara masak di salah satu stasiun televisi swasta.

Dia juga banyak menciptakan resep masakan tradisional yang banyak di re-cook para penggemarnya.

Lantas, bagaimana kiprah Sisca di dunia kuliner? Sisca Soewitomo lahir di Surabaya, 8 April 1949, merupakan seorang pakar kuliner asal Indonesia yang dijuluki sebagai "Ratu Boga Indonesia.

Dia terkenal berkat perannya sebagai presenter acara memasak Aroma di stasiun televisi Indosiar.

Sisca merupakan alumnus dari Akademi Trisakti jurusan perhotelan. Ia lantas mendapatkan beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika.

Sepulang dari Amerika, nama Sisca mulai terkenal, baik sebagai dosen perhotelan maupun sebagai pakar tataboga. Beberapa nama yang sempat menjadi murid Sisca antara lain Tatang, Rudy Choiruddin, Deddy Rustandi, dan Haryanto Makmoer.

Sebagai seorang pionir dari acara memasak di televisi Indonesia dan penulis dari hampir 150 buku resep, Sisca Soewitomo telah mendedikasikan 50 tahun karirnya untuk memperkaya kancah kuliner Indonesia.

Dicintai di seluruh negara, ia telah bekerja pada bidang tata makanan untuk merek-merek makanan terbesar Indonesia dan menerima beragam perghargaan, termasuk Ubud Food Festival Lifetime Achievement Award pada tahun 2016.

Sisca merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya Rp. Tjipto Soemirat, asli Madura, merupakan seorang pegawai di kantor Bea dan Cukai di Surabaya sementara ibunya Rr. Chrysantini Slamet merupakan seorang ibu rumah tangga yang kerap memasak.

Dari hobi memasak ibunyalah Sisca kemudian mengenal dunia kuliner. Sejak masih kecil ia kerap membantu ibunya dalam menyiapkan beragam penganan, terutama menjelang Idul Fitri.

Sisca pernah mengenyam kuliah di fakultas kedokteran. Tapi, cita-citanya menjadi dokter kandas di tengah jalan karena berhenti kuliah pada semester kedua lantaran telah menikah. Namun, ia harus membuat sesuatu untuk menambah penghasilan keluarga. Sisca pun kemudian kuliah lagi di jurusan perhotelan, Akademi Trisakti.

Sisca kemudian mendapatkan beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika Serikat. Di sana, dia belajar mengolah berbagai macam makanan. Sepulang dari Amerika Serikat, dia berpetualang di industri boga hingga akhirnya didaulat menjadi pengisi acara Aroma di Indosiar pada 1997.

Meski sudah tidak aktif mengisi acara di layar kaca, Sisca Soewitomo masih menggeluti profesinya sebagai koki. Sisca juga sesekali mengisi acara kuliner seperti yang dulu dilakukannya dalam program Aroma. Dia juga masih sering diminta berdemo masak di sejumlah acara di televisi. Sebagai seorang pakar kuliner, dia telah melahirkan banyak koki muda yang sukses di Tanah Air.

Dedikasinya di bidang kuliner ini membuatnya dijuluki sebagai Ratu Boga. Buktinya, meski banyak koki muda yang muncul, namanya tetap dikenang sebagai salah satu pakar kuliner Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner koki
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top