Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukit Menoreh akan Punya Wahana Kereta Gantung 2 Kilometer

Sejumlah investor berencana membangun kereta gantung yang menghubungkan beberapa destinasi wisata di kawasan Perbukitan menoreh, Kulonprogo.
Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  13:17 WIB
Loading the player ...
Puncak Suroloyo salah satu spot indah di Bukit Mereh. Video: Youtube VINCENT YOSI ROBEAN

Bisnis.com, KULONPROGO - Pengunjung objek wisata Bukit Menoreh di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan dimanjakan dengan kehadiran wahanan kereta gantung dengan rute sejauh 2 kilometer.

Perbukitan Menoreh memiliki beberapa spot yang indah, namun akses ke lokasinya relatif sulit karena harus ditempuh melalui jalan setapak.

Sejumlah investor berencana membangun kereta gantung yang menghubungkan beberapa destinasi wisata di kawasan Perbukitan menoreh, Kulonprogo. Kereta gantung denga rute sepanjang 2 km tersebut diperlukan untuk mengakomodasi wisatawan yang kesulitan mengakses objek wisata di kawasan tersebut.

"Potensi wisata di perbukitan Kulonprogo itu sangat baik, tetapi akses ke sana sulit. Oleh karena itu, kami berencana membangun kereta gantung, guna memudahkan akses wisatawan itu," kata Ismed Hariawan, salah satu investor proyek kereta gantung saat ditemui awak media seusai audiensi dengan Bupati Kulonprogo Sutedjo di Ruang Bupati, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (4/9/2020) pagi.

Selain memudahkan akses wisata, kehadiran kereta gantung, kata Ismed, juga dapat menunjang kepariwisataan Kulonprogo setelah Yogyakarta International Airport (YIA) beroperasi. Apalagi, kelak ada jalur Bedah Menoreh yang menghubungkan YIA ke kawasan Borobudur, Jawa Tengah. Kehadiran infrastruktur wisata ini diharapkan bisa menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Ismed mengatakan kereta gantung ini rencananya mulai dibangun pada akhir 2020. Saat ini, dia bersama sejumlah investor lain, masih mengurus proses perizinan. Ismed enggan membeberkan biaya untuk membangun proyek ini dan hanya menyebut mencapai miliaran rupiah.

Ismed menjelaskan kereta gantung ini akan memiliki panjang sekitar 2 km dan melewati sejumlah destinasi wisata di Perbukitan Menoreh. Namun ia belum merinci destinasi mana saja yang akan dilewati. Adapun titik awal dan akhir berada di kawasan Waduk Sermo. “Nantinya tempat parkir wisata masuk di kawasan Sermo, dari situ pengunjung bisa naik kereta gantung ke destinasi wisata lain,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo menyambut baik rencana pembangunan kereta gantung ini karena bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Kulonprogo. Namun, rencana itu perlu dikaji lebih dalam agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat.

"Tadi kan masih audiensi awal, dan sekadar silaturahmi serta mengutarakan niat membangun, tapi belum diterangkan secara detail, ke depan kami minta mereka [investor] untuk datang lagi dan memaparkan secara rinci rencana pembangunan itu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulon progo wisata alam

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top