Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalur Pendakian ke Gunung Everest Kembali Dibuka

Langkah itu, untuk meningkatkan ekonomi yang bergantung pada pariwisata meskipun ada infeksi virus korona yang meningkat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  09:17 WIB
Gunung Everest - express.co.uk
Gunung Everest - express.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Nepal akan membuka kembali pegunungan Himalaya termasuk Gunung Everest untuk pendaki pada musim gugur, kata para pejabat, Kamis (30 Juli).

Langkah itu, untuk meningkatkan ekonomi yang bergantung pada pariwisata meskipun ada infeksi virus korona yang meningkat. Merupakan rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia, Nepal menutup pendakian dan trekking di bulan Maret untuk membendung virus corona baru, yang sejauh ini telah menginfeksi 19.547 orang dan menyebabkan 52 kematian di negara berpenduduk 30 juta tersebut.

"Kami telah membuka kembali pendakian gunung dan akan mengeluarkan izin pendakian untuk musim gugur," kata pejabat departemen pariwisata Mira Acharya, seraya menambahkan bahwa pendaki harus mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah dikutip dari channelnewsasia.com.

Musim pendakian musim gugur di Nepal berlangsung dari September hingga November.

Sementara infeksi di banyak negara Barat sedang menurun, negara-negara Asia Selatan termasuk Nepal masih terjadi peningkatan yang tetap. Tidak adanya pendakian di musim populer April-Mei menyebabkan kerugian jutaan dolar pada ekonomi Nepal. Ratusan pelancong asing dan sekitar 200.000 sherpa, pemandu, dan portir terimbas.

Meskipun pemerintah sekarang ingin membuka kembali pendakian, penerbangan internasional ditutup hingga pertengahan Agustus dan pembatasan perjalanan di Nepal tetap berlaku, yang berarti pendaki masih belum.bisa mendaki dalam jangka pendek, kata penyelenggara ekspedisi.

"Beberapa pendaki ke gunung yang lebih kecil mungkin datang tetapi saya ragu tentang yang besar," kata Ang Tshering Sherpa, seorang penyelenggara ekspedisi di ibu kota Kathmandu.

Nepal pada hari Kamis juga mengizinkan pembukaan kembali hotel dan restoran dengan beberapa batasan. Tidak ada konferensi, seminar, pusat kebugaran atau kasino yang diizinkan, kata Binayak Shah, wakil presiden Asosiasi Hotel Nepal (HAN). "Sekarang hotel mana yang aman, bukan yang menawarkan layanan yang lebih baik," kata Shah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

everest Nepal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top