Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Long Weekend Saat Pandemi, Jangan Lupa Protokol Kesehatan

Terkurung berbulan-bulan di rumah karena pandemi bisa jadi mendorong banyak orang berwisata di saat long weekend alias libur panjang di saat aturan sudah dilonggarkan. Jangan lupakan protokol kesehatan, ya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  09:21 WIB
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, SLEMAN - Siapa yang tahan dikurung berlama-lama, walau di rumah sendiri? Jawabannya hampir bisa dipastikan, tidak banyak yang tahan. Kita akan selalu mencari cara untuk bisa keluar rumah atau mencari rutinitas baru yang "lebih menyegarkan."

Pergi ke tempat wisata bisa jadi salah satu pilihan belakangan ini. Apalagi menjelang Iduladha tahun ini tersedia ruang libur yang cukup panjang. Libur long weekend sangat mungkin menggoda banyak orang untuk berwisata. Terlebih, aturan mulai dikendurkan dan sejumlah tempat wisata kembali dibuka walau wabah Covid-19 masih belum diketahui kapan akan selesai.

Menyikapi kondisi saat ini, Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, pun mengimbau pelaku pariwisata tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 pada libur panjang akhir pekan atau long weekend Hari Raya Idul Adha, dari Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8/2020).

"Saat ini sejumlah destinasi wisata, hotel dan restoran masih dalam tahap uji coba operasional, sehingga kami minta pelaku pariwisata tetap patuh pada protokol kesehatan pada long weekend untuk antisipasi penyebaran Covid-19," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (30/7/2020).

Menurut dia, sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di objek wisata, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara konsisten.

"Pengelola destinasi pariwisata dan juga usaha jasa pariwisata wajib untuk selalu memastikan operasional baik dari sisi manajemen karyawan maupun dalam memberikan pelayanan tamu dapat secara konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19," katanya.

Ia mengatakan, perlindungan untuk tamu, operator, dan lingkungan penting dilakukan secara pararel dengan upaya bergeraknya sektor pariwisata.

"Bergeraknya sektor pariwisata melalui uji coba terbatas ini diartikan dengan bergerak sektor pariwisata secara bertahap. Setiap perkembangannya terus kami pantau dan evaluasi," katanya.

Sudarningsih mengatakan, upaya pelaku pariwisata juga harus didukung perilaku wisatawan. Mereka seharusnya sudah sadar betul soal kebiasaan baru yang harus dilakukan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

"Seperti selalu memakai masker di ruang-ruang publik secara baik dan benar, menerapkan etika batuk dan bersin, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam objek wisata dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan, jika pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik, tentunya sangat positif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan bergeraknya sektor pariwisata.

"Jangan sampai pembukaan terbatas operasional sejumlah destinasi wisata justru dapat menimbulkan penyebaran Covid-19," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

destinasi wisata covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top