Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cermati 8 Hal Ini untuk Menghindari Kesalahan Saat Memanggang Ayam

Menikmati ayam panggang memang mengasyikkan. Namun, untuk menghasilkan cita rasa yang maksimal, dalam prorse pemanggannya harus memperhatikan sedikitnya delapan hal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  22:59 WIB
Ilustrasi ayam panggang - Shopee
Ilustrasi ayam panggang - Shopee

Bisnis.com, JAKARTA – Daging ayam adalah salah satu jenis protein yang cukup menantang untuk dipanggang. Dilansir dari Insider pada Rabu (29/7/2020), jika Anda berhasil memanggang ayam dengan paduan bumbu dan waktu tepat, hasil ayam itu akan lunak, renyah, dan gurih.

Sebaliknya, jika Anda memanggangnya terlalu sebentar, ayam masih mentah. Jika pun terlalu lama, daging ayam akan terlalu kering, bahkan gosong.

Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat Anda memanggang ayam.

  1. Pastikan suhu tak terlalu tinggi

Jika Anda memasang suhu dalam oven yang terlalu tinggi saat memanggang ayam, waspadalah, karena Anda bisa merusak rencana makan malam Anda.

Menurut Courtney Rada, host acara kuliner ‘Carnivorous’ di Genius Kitchen, saat memanggang ayam jangan memasang suhu yang terlalu tinggi.

“Jika Anda menggunakan pemanggang gas, suhu medium adalah ideal untuk memanggang atau sekitar 350 derajat Fahrenheit,” ungkapnya.

Jika Anda menggunakan pemanggang dengan batu bara, cobalah memosisikan batu bara tidak terlalu dekat dengan ayam agar ayam tidak cepat hangus.

Cara Anda mengendalikan pemanggang pun harus lebih teliti dalam mendekatkan ataupun menjauhkan daging dari arang agar tingkat kematangan bisa merata dan sempurna.

  1. Jangan meninggalkan pemanggang dalam keadaan terbuka

Setiap kali Anda membuka tudung panggangan, sentuhan udara akan sangat memengaruhi suhu panggangan.

Hal itulah yang menurut Claudia Sidoti, Head Chef di Hello Fresh, penting bagi Anda untuk meng-cover panggangan dengan bahan yang aman untuk menjaga suhu terjaga, sekaligus mencegah perubahan suhu yang merusak bentuk daging.

  1. Gunakan termometer untuk memastikan kematangan daging

Chef Rada dan juga Chef Sidoti sepakat bahwa selama memanggang daging ayam wajib bagi Anda memanfaatkan termometer khusus daging untuk mengecek kematangan masakan Anda.

“Mengukur suhu dengan termometer sangat penting karena benda ini dipercaya punya mekanisme yang akurat dalam mengukur suhu kematangan daging. Alat ini sangat membantu Anda dalam memanggang,” kata Sidoti.

Dia pun merekomendasikan untuk menggunakan termometer khusus daging dengan acuan tingkat kematangan yang dipakai pada kisaran 165 derajat Celsius. Penting juga bagi Anda menyuntikkan termometer itu ke bagian paling dalam daging untuk memastikan tingkat kematangan sudah sempurna.

  1. Untuk mencegah hangusnya daging, jangan masukkan saus lebih awal

Anda perlu menunggu beberapa menit sebelum mengoleskan saus atau bumbu pada daging ayam yang akan dipanggang. Misalnya saja saus barbeque. Chef Rada menjelaskan Anda harus memanggang dulu daging ayam sebelum mengoleskan bumbu khususnya bagi jenis saus yang manis dan kental.

“Sau situ bisa mengkaramelisasi kulit ayam dengan cepat, jika Anda menambahkan saus atau bumbu lebih awal bersamaan saat memanggang maka daging tersebut akan cepat matang dan menjadi hangus,” ujar Rada.

  1. Jangan campurkan makanan lain dalam panggangan daging ayam

Memang sangat menggoda untuk mempercepat proses memasak dengan manambahkan berbagai sayuran sekaligus dalam pemanggang bersama dengan ayam. Menurut Chef Rada, hal itu malah akan menimbulkan kekacauan karena setiap makanan punya waktu untuk mencapai kematangan berbeda-beda.

  1. Perbedaan ukuran daging juga memengaruhi lama waktu memanggang

Waktu yang diperlukan untuk memanggang daging ayam sangat tergantung juga dari bentuk dan ukuran daging yang akan dipanggang.

Chef Rada menyebutkan jika Anda memanggang bagian dada ayam, waktu yang diperlukan adalah empat kali proses membolak-balik daging pada dua sisi hingga matang. Dengan begitu, sari daging ayam juga masih tersedia dan kematangan yang tercapai sempurna.

Sebaliknya, jika Anda memanggang bagian lain misalnya sayap ayam, Anda perlu waktu yang berbeda dan juga suhu yang berbeda dari memanggang bagian dada ayam.

  1. Jangan langsung memotong daging setelah selesai dipanggang

Untuk menjaga cita rasa dan sari daging hasil panggangan, Anda jangan langsung memotong daging tersebut begitu keluar dari oven. Anda harus mendinginkan sebentar sambil menjamin sari daging dari hasil memanggang terserap sempurna ke dalam daging.

Chef Rada menyatakan untuk potongan kecil daging, Anda hanya perlu mendiamkan sesaat yaitu 5 menit sebelum dipotong. Namun, untuk ukuran daging ayam panggang yang besar dan utuh, setelah dipanggang Anda harus menunggu 15 menit sampai 30 menit.

  1. Bersihkan alat pemanggang setelah dipakai

Chef Rada menambahkan penting bagi Anda untuk membersihkan alat pemanggang daging sesudah memakainya. “Langkah ini penting membersihkan wadah dan alat pemanggang dengan kuas agar menghilangkan kotoran sisa panggang dan sisa sari,” tuturnya.

Jika anda tidak punya kuas untuk menyapu dan membersihkan alat pemanggang, Anda bisa menggunakan aluminium foil untuk membersihkan wadah dan alat pemanggang, lalu menyimpannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner daging ayam
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top