Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stakeholder Diminta Fokus pada Pengembangan Desa Wisata 

Pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan, karena merupakan satu dari implementasi sustainable tourism atau konsep pariwisata berkelanjutan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  20:28 WIB
Desa Wisata. - Kemenparekraf
Desa Wisata. - Kemenparekraf

Bisnis.com, JAKARTA - Para pelaku usaha dan stakeholder industri wisata diminta untuk fokus dalam pengembangan desa wisata di Tanah Air.

Hal itu, sejalan dengan imbauan dari organisasi pariwisata dunia UNWTO yang menyerukan pembukaan kembali pariwisata agar menerapkan sustainable tourism di era new normal.

Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat Hilda Ansariah Sabri mengatakan pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan, karena merupakan satu dari implementasi sustainable tourism atau konsep pariwisata berkelanjutan.

"Setelah banyak negara melonggarkan aturan dan mencabut lockdown akibat pandemi global Covid-19, tren berwisata masyarakat dunia adalah berkunjung ke desa-desa wisata," ujarnya.

Selama ini, menurutnya, desa wisata yang ada jarak tempuhnya bisa 4-7 jam dari ibukota provinsi maupun kabupaten, sehingga kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena akses, atraksi dan amenitas (3A) menjadi kuncinya.

Dia mengatakan jika desa wisata jarak tempuhnya dekat ke bandara atau ke ibukota kabupaten maupun provinsi, mudah bagi wisatawan untuk datang menikmati kuliner, suvenir, keseharian warga desa termasuk berfoto dengan baju daerah setempat.

Karena itu, katanya, perlu dibentuk pariwisata yang “ramah” dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya sebagai pariwisata berbasis komunitas atau Community Based Tourism (CBT).

"CBT  mengutamakan masyarakat lokal sekitar destinasi wisata yang menjadi subjek sekaligus objek dalam managemen pariwisata. Peran masyarakat dalam konsep CBT ini sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata," kata Hilda.

Dia menyebutkan salah satu wilayah yang bisa mengembangkan desa wisata seperti harapan adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Banyuwangi sudah ada bandara dan penerbangan langsung, jadi proyek percontohan pariwisata se Indonesia dan banyak bupati yang berkunjung ke sana untuk studi banding,"  ungkapnya.

Sedangkan Banjarmasin jarak tempuh obyek wisata kurang dari satu jam adalah kawasan wisata Pasar Terapung di Kecamatan  Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

"Ada lagi Banjar Baru lokasinya dekat bandara dan dekat Martapura pusat perdagangan atau perbelanjaan permata intan terbesar se Indonesia bahkan dunia. Ada 6 kecamatan dan 35 kelurahan, sehingga saya mengharapkan bisa dipilih lokasi yang tepat untuk pembinaan," tambahnya.

Menurut Hilda, meski masih pandemi, upaya ini bisa dilalukan dengan sinergi dari para stakeholder semisal mengalokasikan dana CSR secara untuk pariwisata daerahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata DESA WISATA
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top