Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Masalah Saat Liburan yang Bisa Menguras Kantong

Meski begitu sebelum melakukan perjalanan, Anda perlu menyusun perencanaan dan persiapan selama berbulan-bulan. Persiapan ini penting terutama menyiapkan akomodasi dan melakukan aktivitas sesuai rekomendasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  19:49 WIB
Ilustrasi visa
Ilustrasi visa

Bisnis.com, JAKARTA -- Berwisata memberi Anda pengalaman menghadapi budaya yang berbeda, makanan yang beragam memberikan Anda kesempatan untuk merefleksikan banyak hal.

Meski begitu sebelum melakukan perjalanan, Anda perlu menyusun perencanaan dan persiapan selama berbulan-bulan. Persiapan ini penting terutama menyiapkan akomodasi dan melakukan aktivitas sesuai rekomendasi.

Dikutip dari World Travel Guide Net, pada Senin (27/7/2020), ada sejumlah kesalahan yang akan terjadi selama berwisata termasuk penipuan yang bisa menguras isi kantong. Sebaliknya jika tak terjadi apapun, maka wisata bisa berjalan lancar dan menghasilkan pengalaman yang menarik.

Banyak pelancong yang menyarankan pentingnya perencanaan matang dan mitigasi risiko, asalkan jangan terlalu optimis karena bisa menguras emosi saat tak berjalan sesuai ekspektasi.

Berikut 4 kesalahan umum sampai mungkin kesialan saat berwisata yang bisa merusak liburan dan menguras kantong Anda.

1. Masalah Visa

Permasalahan visa bisa muncul akibat kesalahan saat Anda mengisi aplikasi karena dibuat terlalu cepat dan dekat waktu keberangkatan, lalu Anda menggantungkan unggahan prosedur dokumen pada aplikasi visa daring. Oleh sebab itu penting bagi Anda membaca dan mengisi prosedir visa dengan teliti terutama terkait waktu keberangkatan. Anda juga wajib mencantumkan nama depan Anda.

Anda juga wajib menyiapkan dokumen penting yang dibutuhkan. Jangan sampai Anda melewatkan dokumen penting seperti surat pernyataan dari perbankan, atau surat berkelakuan baik yang dikeluarkan kepolisian. Anda juga harus memastikan prosedur yang diikuti adalah prosedur terbaru bukan prasyarat visa yang lama.

Sebagai contoh orang Malaysia hanya bisa berkunjung ke Kanada tanpa visa sebelum 2002 hanya dengan keterangan keamanan. Dari tahun ke tahun dua negara ini telah memperbaharui ketentuan mereka jadi pastikan Anda sudah melakukan penyesuaian dengan syarat terbaru.

Umumnya bagi orang Eropa yang mudah bepergian ke Amerika sudah masuk dalam daftar Visa Wavier Program. Meski begitu, jika visa tak memenuhi ketentuan, bukan berarti Anda tidak bisa mengajukan lewat Electronic System for Travel Authorisation (ESTA). Di Eropa, parlemen juga memiliki skema sejenis dengan nama European Travel Information and Authorisation System (ETIAS) dari Januari 2021.

Skema ini akan melihat para pendatang yang tidak membutuhkan visa adalah yang berasal dari 26 negara anggota, dan sudah mengajukan pendaftaran ke ETIAS.

Dengan banyaknya negara yang mengajukan izin bagi para pelancong untuk mendaftar visa secara daring, pelancong perlu berhati-hari agar tidak terjebak pada website yang salah. Selain itu ada beberapa tantangan yang kemungkinan masih dihadapi karena ada sejumlah negara yang sangat ketat prosedur pembuatan visanya.

2. Saluran Telepon yang Roaming

Para pelancong harus bersiap begitu Anda memasuki negara baru, jaringan atau sinyal telepon Anda mulai bermasalah. Artinya, Anda harus segera mengganti nomor ponsel Anda dengan nomor negara tersebut. Atau Anda bisa mengaktifkan jaringan komunikasi dengan mengandalkan WiFi bebas biaya. Sayangnya banyak pelancong yang tak sadar, ketika nomor asli mereka dinonaktifkan selama beberapa waktu, aka nada masalah ketika wisatawan kembali ke negaranya. Beberapa dari mereka menjumpai kesulitan mengaktivasi nomor asli mereka. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda mengecek lagi provider Anda sebelum dan sesudah melakukan perjalanan.

3. Penipuan

Bahaya penipuan sangat mengintai para pelancong, apalagi yang baru datang pertama kali ke suatu negara. Penipuan inin dilakukan dengan beragam cara, melalui trik yang menjebak sampai intimidasi dan ancaman kekerasan. Beberapa jenis penipuan atau jebakan yang paling umum adalah menguras uang pelancong melalui ancaman dan kekerasan fisik. Di Paris misalnya, para pencopet umumnya menyerang turis yang berpenampilan dan bertingkah polos.

Biasanya ada perempuan tua yang menanyakan apakah cincin emas yang jatuh adalah milik Anda. Umumnya para turis akan menjawab tidak, barulah si dia akan memaksa Anda untuk membelinya. Biasanya karena terjebak para turis mengeluarkan sejumlah uang untuk dia.

Di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, para penipu tahu bahwa turis mengira masyarakat lokal itu murah hati dan senang membantu sebagai masyarakat asli, mereka akan ramah dan menunjukkan kepada anda ragam bagian dari kota itu. Mereka bahkan bisa berani mengundang Anda untuk pergi ke kafe atau mendatangni pertunjukan seni. Nah, Anda jangan sampai ikut karena Anda akan dijebak bersama sejumlah perempuan yang memaksa Anda harus membayar US$100 untuk bir Ethiopia.

Beberapa jenis penipuan dan jebakan lain adalah kerusakan argometer taksi yang biasa terjadi jika Anda berkunjung ke Amerika Tengah. Untuk mengantisipasi in, Anda bisa mengecek harga perjalanan sesuai argometer Anda sendiri. Jika sopir tidak setuju, maka Anda berhak untuk mencari sopir taksi lain.

Beberapa penipuan berbahaya lain melibatkan polisi gadungan setelah seseorang mencoba menawarkan Anda obat-obatan. Nantinya, polisi gadungan akan meminta passport Anda. Ini juga sama dengan modus ketika ada seseorang tak dikenal yang mau meminta foto dengan Anda. Sebaiknya Anda tolak. Ada baiknya Anda melakukan riset dulu terkait banyaknya potensi penipuan dan jebakan sebelum Anda bepergian.

4. Penipuan Penginapan

Penipuan pada penginapan dan akomodasi paling banyak dialami para pelancong yang sedang mencari tempat berteduh. Berdasarkan data dari Pemerintah Britania Raya, ada sekitar £6,7 juta pada 2017 yang hilang saat berlibur karena mengalami penipuan akomodasi. Penipuan besar ini biasanya dilakukan oleh perantara yang mengaku sudah melakukan pemesanan vila ataupun apartemen penginapan, namun ternyata penginapan itu tidak ada. Melakukan pengecekan memang tidak terlalu mudah.

Apalagi gambar dan foto yang Anda lihat di media sosial belum tentu menggambarkan kondisi aslinya. Namun ketika Anda check-in, ternyata ada banyak yang tidak sesuai prediksi dari mulai tempat tidur sampai suasana dan aroma ruangan. Jika mengalami hal ini, Anda bisa mengubungi dan melaporkan pelaku di marketplace, namun jangan sampai kondisi tak menyenangkan ini menguras mood dan merusak rencana liburan Anda. Maka dari itu, saat mencari dan memesan penginapan, Anda tidak perlu berkomunikasi dengan perantara lain di luar platform penginapan. Lebih baik anda memanfaatkan platform yang tersedia dan sudah terintegrasi dengan marketplace.

Selain itu Anda perlu mengelola ekspektasi, bahwa yang properti yang terlihat bagus ini belum tentu sama nantinya. Jika Anda tidak berniat berpindah tempat, tidak ada masalahnya jika Anda bertahan pada hotel yang tradisional fasilitas dan gayanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top