Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saba Badui, Wisatawan Bisa Kunjungi Kampung Badui

Selama di kawasan Badui, wisatawan dari luar daerah harus mentaati aturan, seperti tidak membuang sampah plastik sembarangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  00:40 WIB
Ratusan warga Baduy Luar berjalan kaki menuju Kantor Bupati Lebak mengikuti upacara Seba Baduy di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (28/4). - Antara/Weli Ayu Rejeki
Ratusan warga Baduy Luar berjalan kaki menuju Kantor Bupati Lebak mengikuti upacara Seba Baduy di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (28/4). - Antara/Weli Ayu Rejeki

Bisnis.com, JAKARTA - Tetua Suku Badui meminta pemerintah untuk mengganti nama Wisata Badui menjadi Saba Badui. Pemerintah Kabupaten Lebak pun mendukung hal tersebut.

Saba Badui atau kunjungan silaturahim dengan masyarakat Badui ditetapkan karena keinginan kuat dari lembaga adat setempat. "Kita hormati penggantian istilah nama itu menjadi Saba Badui," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin di Lebak, Banten, Senin.

Pemerintah daerah tentu mendukung penggantian nama Wisata Badui menjadi Saba Badui, karena sesuai dengan keinginan lembaga adat Suku Badui tersebut.

Penggantian nama itu tentu kawasan Badui boleh dikunjungi wisatawan dari luar daerah, tetapi harus mentaati aturan, seperti tidak membuang sampah plastik sembarangan.

Selain itu juga mereka para wisatawan harus melestarikan lingkungan dengan tidak menimbulkan kerusakan.

"Saya kira pada prinsip pemerintah tidak ada masalah dengan adanya penggantian nama itu sesuai dengan keinginan lembaga adat setempat," katanya menjelaskan.

Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan masyarakat Badui yang berpenduduk 14.680 jiwa tersebar di 68 kampung terdiri dari Kampung Badui Luar dan Kampung Badui Dalam hingga kini masih terbuka dan menerima orang luar daerah.

Lembaga adat Suku Badui bersepakat destinasi wisata Badui dihapus dan diganti dengan Saba Badui, sebab nama wisata Badui itu sangat merugikan masyarakat Badui.

Para wisatawan dipersilahkan memasuki kawasan masyarakat Badui,karena menyumbangkan pendapatan ekonomi itu.

Saat ini, ribuan pelaku usaha masyarakat Badui dengan memproduksi aneka kerajinan tenun, batik, golok, souvenir pernak-pernik hingga minuman madu. Apabila, tetua lembaga adat menghapus dan menutup kawasan Badui dari orang luar daerah maka tentu akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat Badui.

"Kami sangat setuju destinasi wisata dihapus dan diganti Saba Badui. Kami sejak turun temurun tetap membutuhkan silaturahim dengan orang luar," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata lebak destinasi wisata
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top