Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mau Liburan ke Luar Angkasa? Ariel Ekblaw Ajak Anda Bergabung

Melalui Space Exploration Initiative (SEI), MIT Media Lab memiliki misi untuk mendemokratisasi akses ke luar angkasa.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  16:45 WIB
Ariel Ekblaw
Ariel Ekblaw

Bisnis.com, JAKARTA – 20 Juli mendatang menjadi perayaan ke-51 tahun pendaratan manusia pertama di bulan oleh Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Setelah puluhan dekade berlalu, mimpi manusia untuk dapat tinggal di luar angkasa pun masih belum terwujud.

Melalui Space Exploration Initiative (SEI), MIT Media Lab memiliki misi untuk mendemokratisasi akses ke luar angkasa. Jika dulu luar angkasa hanya diperuntukan bagi sejumlah kecil orang yang harus belajar suatu ilmu atau bidang tertentu dan dilatih secara spesifik, nantinya mereka berharap siapa pun dapat pergi dan melakukan aktivitas di luar angkasa.

Untuk itu, di bawah arahan pendiri SEI Ariel Ekblaw, sejak 2018 lalu diadakan sebuah proyek penelitian di dalam pesawat tanpa gravitasi oleh berbagai pihak mulai dari ilmuwan, seniman, hingga desainer yang semuanya tidak terkait dengan sains luar angkasa.

Salah satu proyek di dalam SEI adalah riset dari Maggie Coblentz tentang bagaimana menyajikan makanan di luar angkasa, termasuk bereksperimen dengan gastronomi molekular di kondisi mikrogravitasi.

Dalam proyeknya, Maggie dan tim SEI membuat helm astronot khusus yang didesain untuk mengakomodir penggunanya untuk menyicipi berbagai jenis makanan dengan tekstur dan teknik masak yang berbeda agar mendapatkan pengalaman makan yang menyenangkan di luar angkasa.

Yang tak kalah menarik, SEI juga melakukan riset di bidang musik dengan membuat instrumen yang dapat berbunyi pada kondisi mikrogravitasi. Dengan begitu, nantinya manusia tidak perlu membawa alat musik yang telah ada di bumi untuk mencari hiburan di luar angkasa.

Apa yang dilakukan SEI saat ini merupakan langkah awal dalam membentuk Starfleet Academy yang namanya terinspirasi dari institusi dalam serial televisi Star Trek. Akademi itu nantinya diharapkan bisa menjadi sebagai sebuah laboratorium besar yang memungkinkan siapa saja untuk membuat inovasi untuk luar angkasa.

"Saat ini peradaban manusia sudah berada pada awal pembentukan masyarakat antarplanet. Kesempatan ini harus digunakan untuk membuat beragam inovasi dan kreasi secara kolektif yang mampu menjadikan yang tadinya terdengar seperti kisah fiksi ilmiah menjadi kenyataan." Ujar Ariel dalam diskusi di Disrupto Fest 2020.

Festival virtual Disrupto umum ini menargetkan 200.000 penonton dari berbagai kalangan. Diharapkan acara ini akan menjadi wadah untuk bertukar pikiran antarpelaku ekonomi seperti startups, korporasi, modal ventura, dan institusi keuangan lokal maupun global. Daniel Surya, Co-founder DISRUPTO dan Executive Chairman WIR Group, menjelaskan tujuan Disrupto ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bagaimana teknologi berkembang begitu cepat dan akan berdampak pada kehidupan manusia di masa depan. Sehingga masyarakat dapat menjadi adaptif akan perubahan yang terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

traveling stasiun luar angkasa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top