Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahura Juanda Mulai Beroperasi, Ini Kisah Mistis dan Sedih Goa Jepang

Gua di Tahura dipakai oleh penjajah Jepang dalam mengoperasikan sistem kerja paksa serta untuk mengonsolidasikan kebutuhan tentara Jepang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  14:46 WIB
Tahura Djuanda - istimewa
Tahura Djuanda - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu destinasi wisata alam yang diminati di Provinsi Jawa Barat yakni Taman Hutan Raya Juanda dimana ada Goa Jepang bersejarah dengan ragam cerita mistik di dalamnya.

Selama masa pandemi Covid-19 Maret hingga Mei 2020 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan isolasi sehingga sejumlah tempat wisata pun terpaksa harus ditutup. Salah satunya, Taman Hutan Raya alias Tahura Juanda yang berlokasi di Bandung. Padahal, di Tahura Ir. Juanda ada satu lokasi wisata sejarah yang sarat dengan hal mistik yaitu Goa Jepang dan Goa Belanda.

Mulai 12 Juni 2020, Tahura Juanda akhirnya boleh beroperasi kembali seturut protokol kesehatan selama masa normal baru. Pembukaan tempat wisata ini hanya dibatasi sebanyak 250 juta.

Protokol memakai masker, mencuci tangan, dan mengecek suhu wajib dikerjakan. Selama masa normal baru, pedagang makanan tetap buka namun tak menyediakan tempat makan. Mau tak mau, pengunjung harus membawa tempat makan sendiri atau bekal.

Selama masa normal baru pun wisatawan dengan niat berkerumun misalnya foto prewedding atau event apapun belum diizinkan. Pembatasan ini juga masih berlaku bagi kunjungan ke Goa Jepang yang masih tutup.

Dalam perjalanan Bisnis.com ke Goa Jepang sebelum pandemi Covid-19, Goa Jepang cukup ramai didatangi oleh wisatawan. Goa Jepang ini masuk dalam sejumlah goa lain yang dibuat Jepang sepanjang tahun 1942 sampai 1945. Secara umum penjajah Jepang membuat goa untuk markas militer, gudang senjata, logistik, hingga pusat radio dan komunikasi.

Goa awalnya dibangun 1812 oleh Belanda, yang lalu pindah tangan ke Jepang. Goa ini pun dipakai oleh penjajah Jepang dalam mengoperasikan sistem kerja paksa serta untuk mengonsolidasikan kebutuhan tantara Jepang.

Banyak warga sipil yang dipekerjakan secara paksa atau romusha untuk membuat goa. Tak heran kisah mistik ini berawal karena sejarah yang menyebut ada ratusan warga sipil tewas dalam pembuatan goa ini.

Balutan kisah mistik lain adalah karena Goa Jepang juga menjadi tempat pembantaian tantara Jepang oleh tantara sekutu saat Jepang menyerah tanpa syarat ke Sekutu setelah penyerangan di kota Hiroshima dan Nagasaki. Setelah kepergian Jepang dari Indonesia, goa ini sempat tidak terawat dan tertutup semak.

Hingga akhirnya pada 1965 seorang warga sipil menemukan goa ini dan pemerintah mulai melakukan sedikit pemugaran. Pada 23 Agustus 1965 Gubernur Jawa Barat saat itu, Brigjen Purn. Mashudi pun meresmikan arena Goa Jepang dal hutan sebagai bagian dari Taman Wisata, dan berubah jadi Taman Hutan Ir. H Juanda sejak 14 Januari 1985.

Jika Anda hendak memasuki Goa Jepang Anda harus menyusuri Tahura Ir. Juanda sekitar 500 meter. Suasana menuju goa sangat dingin karena rimbunnya pepohonan.

Sesampainya di gerbang goa, Anda akan menemukan sebuah pintu dengan ruangan yang sangat gelap. Mau tak mau, pengunjung memerlukan penerang alias senter untuk bisa berkeliling di dalam goa.

Total ada empat pintu namun hanya ada satu pintu yang digunakan sebagai pintu masuk. Goa Jepang ini juga memiliki sekitar 15 lorong dan 18 bunker. Goa ini punya tembusan sampai ke bagian belakang bukit Tahura yang menjadi jalan tembus ke Maribaya.

Sesampainya di dalam goa, hawa dingin itu masih terasa apalagi dengan sejumlah lumut yang membekas di goa. Dinding pada Goa Jepang masih asli dan tidak disemen, sehingga punya tekstur yang sangat tidak rata. Goa Jepang punya alas dari bebatuan kecil sehingga para wisatawan disarankan memakai alas kaki seperti sepatu ketika memasuki goa ini.

Ada banyak cerita dan pengalaman mistik yang dialami pengunjung saat ke Goa Jepang. Beberapa kisah lain misalnya kesurupan dan lain pengalaman seram lainnya. Jika Goa Jepang kembali dibuka, apakah Anda berminat untuk datang kesana? Selamat mencoba dan memacu adrenalin Anda dalam wisata sejarah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang bandung wisata traveling juanda juanda destinasi wisata destinasi wisata Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top