Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Pariwisata Portugal Semakin 'Menderita'

Portugal saat ini dalam pembicaraan untuk menilai kembali apakah Portugal akan ditambahkan ke daftar bebas karantina.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  07:12 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Tempat-tempat liburan di seluruh Portugal dilaporkan tengah berjuang karena jumlah wisatawan dari beberapa negara penyumbang utama berkurang.

Dilansir dari Express, setiap tahun sekitar 2,5 juta warga Inggris terbang untuk berlibur ke Portugal. Algarve adalah salah satu tujuan paling populer para wisatawan ketika menuju Portugal.

Namun, setelah pemerintah Inggris memutuskan mengeluarkan Portugal dari daftar perjalanan bebas karantina, destinasi wisata seperti Algarve harus menderita.

Sekitar 30 persen wisatawan di Algarve biasanya berasal dari Inggris, tetapibanyak yang memutuskan menunda liburan karena adanya karantina wajib selama 2 minggu.

Menurut euronews, analis industri memperkirakan angka pariwisata hanya akan mencapai sekitar sepertiga dari biasanya pada musim panas ini.

Berbicara kepada media lokal, seorang pemilik restoran Algarve berbagi sekilas tentang bagaimana bisnis sedang terpukul.

Carlos Guerreiro mengungkapkan dirinya pada kali ini hanya melayani 30 - 40 orang per hari. Padahal, biasanya dapat melayani 300 - 350 orang per hari.

Duta Besar Portugal telah berbicara tentang keputusan pemerintah Boris Johnson, dengan menyebutnya sebagai "ilmu yang buruk".

Menteri Dalam Negeri negara Carlos Guerreiro menunjuk balik ke Inggris, mengatakan Portugal jelas bukan tempat yang berisiko.

Dia menyoroti statistik saat ini di Inggris dibandingkan dengan Portugal, serta banyak langkah yang telah diambil Portugal untuk mengalahkan virus tersebut.

"Kami, yaitu dengan Inggris, menyoroti yang jelas: Portugal memiliki indikator kesehatan masyarakat yang lebih baik dan indikator respons pandemi yang lebih baik daripada Inggris," katanya.

"Jadi tidak ada alasan, sesuai dengan semua kriteria komparatif, untuk adanya penerapan aturan karantina saat kembali ke Inggris," tambahnya.

Inggris dan Portugal saat ini dalam pembicaraan untuk menilai kembali apakah Portugal akan ditambahkan ke daftar bebas karantina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata portugal traveling covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top