Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata Dianggap hal Wajar

Chusmeru, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, menuturkan pariwisata sebagai industri jasa dianggap sering menyebabkan perubahan sosial budaya yang juga mengubah identitas adat yang bersifat khas.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  13:46 WIB
Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata Dianggap hal Wajar
Warga Baduy mengikuti prosesi upacara Seba di Pendopo Gubernur Banten, di Serang - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Keinginan masyarakat adat di Baduy, Banten agar daerahnya dihapus sebagai daerah tujuan wisata kemungkinan besar berangkat dari kekhawatiran terjadinya perubahan sosial budaya adalah hal yang wajar.

Chusmeru, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, menuturkan pariwisata sebagai industri jasa dianggap sering menyebabkan perubahan sosial budaya yang juga mengubah identitas adat yang bersifat khas.

“Komodifikasi dalam pariwisata sering menjadikan adat dan budaya masyarakat menjadi komoditas ekonomi, sehingga dapat mengubah nilai, norma, kepercayaan, dan identitas masyarakat tersebut,” katanya kepada Bisnis, Jumat (10/7/2020).

Kekhawatiran masyarakat Baduy akan tergerusnya nilai-nilai dari leluhur merupakan hal yang wajar sebab interaksi antara wisatawan dengan masyarakat setempat dalam waktu yang lama dapat mengubah nilai-nilai dan perilaku masyarakat adat.

Perilaku wisatawan yang kurang dapat menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di masyarakat juga dapat merusak alam, lingkungan, dan tatanan yang sudah berlangsung sejak para leluhur hingga generasi sekarang di Baduy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budaya BADUY
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top