Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kangen Liburan? Maldives Buka per 15 Juli. Ini Protokol Kunjungan ke Sana

Turis tidak diharuskan membayar biaya tambahan, memperoleh sertifikat atau hasil tes yang mengindikasikan status negatif untuk Covid-19. Bagi wisatawan tanpa gejala, tidak ada persyaratan untuk karantina.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  13:30 WIB
Salah satu penginapan mewah di Maladewa - baros.com
Salah satu penginapan mewah di Maladewa - baros.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar gembira, bagi para pecinta traveling yang sudah tidak sabar berlibur selama Covid-19. Maldives akan dibuka bagi wisataran internasional mulai 15 Juli 2020.

Pengunjung internasional hanya akan diizinkan berkunjung ke pulau-pulau resor dan kapal per 15 Juli.

Baru pada 1 Agustus, wisma dan hotel di pulau-pulau berpenghuni akan diizinkan untuk dibuka kembali. Namun, para pelancong masih harus menghadapi tantangan besar sebelum menginjakkan kaki ke negara ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mencatat bahwa siapa pun yang bepergian dengan pesawat terbang memiliki risiko lebih tinggi tertular Covid-19 karena kontak dekat dengan orang lain di bandara dan di dalam penerbangan itu sendiri.

CDC juga menyarankan siapa pun yang kembali dari berpergian ke luaur negeri untuk tinggal di rumah selama 14 hari, menghindari kontak dengan orang lain, dan memantau gejala-gejala seperti demam atau batuk.

Sebaliknya, ada peningkatan risiko membawa virus ke luar negeri, karena tren kasus meningkat di AS.

Dengan kata lain, mengunjungi Maldives bukanlah urusan kecil. Juga tidak murah karena hampir setiap resor di negara ini berada di pulau pribadi. Bahkan, banyak hotel mewah mengenakan biaya lebih dari US$1.500 per malam.

Biaya itu belum termasu sewa pesawat amfibi atau speed boat, yang dapat menghabiskan ratusan dolar pulang pergi.

Kendati telah dibuka secara umum, pemerintah Maldives tidak membuat prosedur kunjungan turis menjadi mudah.

“Turis tidak diharuskan membayar biaya tambahan, memperoleh sertifikat atau hasil tes yang mengindikasikan status negatif untuk Covid-19 sebelum masuk ke Maldives. Bagi wisatawan tanpa gejala, tidak ada persyaratan untuk karantina juga,” menurut sebuah pengumuman dari Maldives Marketing & PR Corp yang dikutip Bloomberg.

Namun, setiap turis yang menunjukkan gejala Covid-19 harus membayar untuk tes. Turis dengan gejala yang terlihat atau mereka yang memiliki riwayat kontak dengan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara ini.

Pada akhir bulan ini, lebih dari 40 resor dari total sekitar 150 properti diperkirakan akan beroperasi, menurut Kementerian Pariwisata Maldives.

Four Seasons Resort Maldives di Landaa Giraavaru dan Soneva Fushi sudah dibuka dan One & Only Reethi Rah akan dibuka pada 24 Juli, dan Pulau Milaidhoo dijadwalkan untuk pembukaan 1 Agustus.

Beberapa resor masih akan menunggu pembukaan kembali karena peak season kunjungan turis ke Maldives baru akan berlangsung mulai Desember hingga Maret.

Resor dan akomodasi di kepulauan ini mengambil tindakan pencegahan yang direkomendasikan badan kesehatan dan properti telah menerapkan protokol kebersihan dan kebersihan baru untuk memastikan bahwa para tamu akan aman.

Four Seasons Resort Maldives di Landaa Giraavaru telah memiliki prosedur kedatangan yang melibatkan pemeriksaan suhu dan pertanyaan tentang sejarah perjalanan terakhir.

Sementara itu, di resor Angsana Velavaru Maldives, semua area publik dan area back-of-house disanitasi setiap jam, dan kamar-kamarnya dibersihkan serta didesinfeksi dengan protokol khusus virus. Pemeriksaan suhu wajib dilakukan di area spa.

Manajemen Soneva mengambil pendekatan yang lebih ketat di dua resornya, Soneva Jani dan Soneva Fushi.

Sanitasi bagasi dilakukan sebelum penumpang tiba di kamar, tamu harus melakukan tes PCR Covid-19 saat tiba karena perusahaan telah berinvestasi dalam mesin uji Roche Diagnostics Corp.

Manajemen wajib mengukur suhu tamu setiap hari, menurut Soneva dalam situsnya.

Bahkan, tamu harus menjalani tes Covid-19 lain pada hari kelima masa inap. Soneva mengatakan tuan rumah atau stafnya, diuji setiap lima hari, dan semua bahan dan produk yang masuk ke pulau itu akan menjalani prosedur pembersihan dan sanitasi terlebih dahulu.

Jika tamu positif, resor Soneva akan membawa tamunya dan menyediakan tim medis di vila isolasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liburan Virus Corona maldives

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top