Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Khawatir Makanan di Pesawat Terpapar Virus Corona, Begini Tips Amannya

Salah satu tempat yang memungkinkan seseorang terkena virus tersebut adalah di dalam pesawat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  12:31 WIB
Ilustrasi orang makan di pesawat
Ilustrasi orang makan di pesawat

Bisnis.com, JAKARTA -Covid-19 masih ada di seluruh dunia, dan membuat setiap orang memiliki potensi terinfeksi virus Corona baru tersebut. Sejumlah langkah pun diperlukan agar individu tidak terkena virus itu, terlebih ketika saat makan.

Salah satu tempat yang memungkinkan seseorang terkena virus tersebut adalah di dalam pesawat.

Untuk mencegah terjadinya kemungkinan penyebaran Covid-19, sejumlah maskapai pun melakukan penyesuaian - termasuk layanan makanan dan minuman di dalam pesawat.

Penyesuaian-penyesuaian ini dilakukan oleh maskapai guna mengurangi kontak fisik.

Dilansir dari insider.com, berikut makanan dan makanan ringan yang dapat individu bawa di dalam pesawat sebagai pengganti yang baik untuk makanan dalam penerbangan.

Penerbangan jarak pendek (di bawah 900 mil)

Individu dapat dengan mudah membeli makanan di bandara untuk penerbangan jarak pendek. Hanya saja, individu harus merogoh kantong lebih dalam ketika membeli makanan di bandara mengingat harganya bisa menjadi sangat mahal.

Pilihan yang jauh lebih mudah dan murah adalah dengan membawa makanan ringan sendiri dari dapur rumah.

"Saya suka menganggapnya semacam piknik," kata Rachelle Lucas, yang mengelola blog wisata dan makanan populer The Travel Bite

Lucas merekomendasikan untuk membawa makanan ringan seperti keripik, buah-buahan, kacang-kacangan, dan tentu saja cokelat.

Sedangkan untuk minuman, Lucas menyarankan untuk membawa botol air kosong, dan dapat mengisinya ketika melewati keamanan.

Jika ingin membawa jenis cairan lainnya, maka pastikan petugas keamanan tidak akan menyitanya.

"Satu-satunya hal yang ingin Anda hindari adalah apa pun yang bisa terjebak dalam keamanan, jadi tidak ada cairan atau gel," kata Lucas. 

"Kecuali kalau kamu mendapatkan tempat kecil. Aku tahu aku pernah minum sedikit Nutela sebelumnya, selai kacang itu enak, dan aku juga terkadang membawa mentega almond dalam paket-paket kecil," tambahnya.

Penerbangan jarak menengah (hingga 2.500 mil) 

Pada penerbangan jarak menengah, Anda bisa juga bisa menerapkan sejumlah saran yang ada pada penerbangan jarak pendek, namun dengan jumlah makanan ringan yang lebih banyak.

Makanan ringan yang bisa Anda bawa seperti sereal, popcorn, atau sekantong keripik.

"Sangat menyenangkan untuk membawa makanan ringan ini karena kamu tidak perlu menunggu makanan datang. Segera setelah kamu puas dengan film atau buku kamu, kamu sudah menyiapkan makanan ringanmu," katanya.

Hanya saja, dia memperingatkan untuk tidak membawa apapun yang bercuka, ikan, atau berminyak di dalam pesawat. Membawa burger berminyak juga mungkin bukan ide yang bagus.

Penerbangan jarak jauh / internasional 

Makan di penerbangan jarak jauh akan jauh lebih sulit. Perusahaan-perusahaan penerbangan mengatakan mereka masih akan menyediakan makanan, tetapi sebagian besar akan dipra-bungkus dan - dalam kabin bisnis atau kelas satu - akan disajikan dalam satu baki.

Jika ingin menghindari makanan di pesawat, Lucas merekomendasikan untuk membuat sandwich sendiri bersama dengan semua camilan piknik tambahan lainnya. 

Alternatif yang lebih sehat juga bisa berupa salad buatan sendiri yang lezat atau bahkan salad buatan yang dibeli di bandara.

"Saya mencoba menghindari apa pun yang berat seperti pasta atau keju karena saya mencoba untuk makan seringan mungkin selama penerbangan," kata Lucas. 

Tip lainnya adalah bawa lemon untuk meningkatkan rasa daripada menambahkan garam pada makanan yang dibawa.

Jika merasa khawatir tentang menyentuh makanan dengan tangan, Lucas menyarankan untuk memakan sandwich dengan memegang pembungkusnya atau membawa spork - berhati-hatilah dengan membawa peralatan makan jenis lain karena Anda tidak ingin makanan itu diambil keamanan.

Kemudian ketika individu tidak ingin membawa makanan, Kat Odell - wartawan makanan dan travel - mengungkapkan ada cara lainnya, yakni dengan 'meningkatkan' makanan yang disajikan.

"Pastikan membawa saus pedas Anda sendiri atau bumbu lain yang dapat meningkatkan apa yang disajikan di pesawat," kata Odell

"Saya mencoba 'meretas' makanan: Jadi, bagaimana saya bisa mendekonstruksi apa yang saya sajikan sehingga lebih sehat: Saya akan mengikis saus dari bahan-bahan sehingga sayuran polos dan kemudian menambahkan saus panas, garam laut, atau irisan lemon dari minuman untuk membumbui bahan," tambahnya

Untuk minuman, Odell mengatakan individu dapat melengkapinya dengan lebih dari sekedar air: "Saya selalu membawa teh Kettl di tas perjalanan saya dan kopi instan dari Verve di LA." 

Dia juga mengungkapkan sebaiknya individu tidak meminum minuman berkabonasi karena akan membuat kembung di ketinggian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat makanan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top