Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

India Batal Buka Kembali Taj Mahal

Pemerintah India berharap para wisatawan kembali berdatangan walaupun beberapa area wisata seperti Taj Mahal masih ditutup karena terdampak virus corona (Covid-19).
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  10:01 WIB
Taj Mahal.  - Taj Mahal
Taj Mahal. - Taj Mahal

Bisnis.com, JAKARTA - India menarik rencana pembukaan kembali Taj Mahal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus corona atau Covid-19.

Melansir Channel News Asia, Senin (6/7/2020), pemerintah India menyebut jika Taj Mahal dibuka, pasti masyarakat akan berbondong-bondong mengunjungi ikon wisata di negara tersebut. Dikhawatirkan, penularan Covid-19 di antara pengunjung terjadi di monumen abad ke-17, bentuk cinta Raja Shah Jahan atau Sultan Jehan kepada istri ketiganya, Mumtaz Mahal yang meninggal dunia ketika melahirkan anak ke-14 itu.

Oleh karena itu, pemerintah setempat memerintahkan perpanjangan pembatasan kunjungan di Taj Mahal dan sekitar Agra. Tidak diketahui pasti batas dari penutupan yang dilakukan sejak Maret lalu itu.

"Demi kepentingan publik, telah diputuskan bahwa pembukaan monumen di Agra tidak akan disarankan pada saat ini," kata pejabat distrik dalam pemberitahuan yang dipublikasikan dalam bahasa Hindi.

Agra saat ini menjadi zona merah penyebaran virus corona di India. Angka infeksi di kota yang menjadi bagian dari Uttar Pradesh itu cukup tinggi karena memang berpenduduk terpadat di India.

Sementara itu belum jelas apakah pemerintah juga akan membatalkan rencananya untuk membuka kembali monumen lain di India, seperti Benteng Merah yang bersejarah di New Delhi.

Namun yang pasti, laju infeksi coronavirus India meningkat cepat dalam tiga bulan. Pada Minggu (5/7/2020), Kementerian Kesehatan India melaporkan hari itu menjadi rekor infeksi Covid-19 karena ditemukan 24.850 kasus baru dan lebih dari 600 kematian. Total, ada 673.165 kasus Covid-19 dan menempatkan India di posiis ketiga negara dengan infeksi Covid-19 terbesar.

Kendati demikian, pemerintah India telah mencabut kebijakan lockdown agar perekonomian kembali bangkit mengingat puluhan ribu dari 1,3 miliar orang di India kehilangan pekerjaan dan menutup usaha.

Sedangkan penerbangan internasional tetap ditangguhkan, perjalanan domestik telah dibuka, dan pemerintah berharap para wisatawan akan mulai kembali berdatangan walaupun beberapa area wisata seperti Taj Mahal yang berada di lokasi paling terdampak Covid-19 masih ditutup.

"Kami tidak mengharapkan pengunjung di sini, karena kluster di sekitar Taj, termasuk toko-toko dan hotel ditutup," kata seorang pejabat administrasi distrik setempat di Agra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata india wisata
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top