Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarik Minat Pengunjung, Restoran Semakin Kreatif Saat Normal Baru

Pandemi virus corona (Covid-19) yanag belum berakhir membuat sejumlah restoran melakukan modifikasi desain dan menciptakan kreativitas saat normal baru.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  13:02 WIB
Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau
Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau "food court" Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). - Antara/Moch Asim\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Perubahan mekanisme kerja dan bersosialisasi di restoran akibat virus corona (Covid-19) mendorong lahirnya sejumlah desain dan kreasi baru untuk menjaga social distancing

Dilansir dari Insider.com, Senin (6/7/2020), pelaku usaha restoran pun memahami salah satu nilai jual dari restoran bukan hanya dari rasa lezat masakan, tetapi juga keunikan suasana yang ditawarkan oleh restoran.

Oleh sebab itu, ada ragam cara pebisnis restoran menjadikan perubahan ini untuk memodifikasi restorannya. Bisnis mencatat ada sejumlah inovasi yang dilakukan untuk menyesuaikan suasana restoran dengan protokol kesehatan.

1. Membangun Dome Outdoor

Di Istanbul, Turki, sebuah restoran yaitu Golden Horn menawarkan suasana baru untuk makan malam Anda bersama orang terkasih. Guna menjamin pembatasan sosial dan jaga jarak antar tamu di restoran, pihak pengelola memberikan pengalaman makan malam outdoor dengan membangun dome atau kamar kecil berdinding kaca yang berbentuk kubah.

Ruangan ini transparan yang membantu pengunjung bisa menikmati suasana malam bertabur bintang, tanpa harus berinteraksi dengan pengunjung lain.

Pembuatan dome ini juga membantu pengunjung tidak mudah terjebak cuaca yang terlalu dingin. Dome ini berukuran sedang, cocok untuk makan bersama pasangan, keluarga, dan bersama kawan-kawan dalam jumlah yang terbatas.

2. Membangun Green House di atas Air

Sejenis dengan gaya dome di Turki, Mediamatic Eten, salah satu restoran di Amsterdam, Belanda, juga membangun suasana makan dalam kamar kaca di atas air berbentuk kubus.

Dengan konsep yang mirip dome, para pengunjung restoran bisa menjaga jarak dan menjaga interaksi dengan pengunjung restoran lain namun tetap menjaga intensitas dengan keluarga dalam satu ruangan. Kamar kaca berbentuk kubus ini sejenis dengan rumah kaca atau green house. Saat makan malam, suasana yang ditawarkan tenang dan romantic di atas air dengan pantulan cahaya dari air.

Para pelayan di restoran tersebut juga diwajibkan mengenakan pelindung wajah atau face shield dan masker. Pelayan juga diharuskan menyiapkan makanan dengan nampan papan kayu, tujuannya untuk mencegah kontak langsung antara pengunjung dengan staf restoran.

3. Memasang Payung Pelindung

Jika mengurangi keterisian restoran dengan jaga jarak menggerus profit terlalu besar, maka di Prancis ada inovasi lain untuk bisa menjamin keterisian tanpa harus ada kontak sosial.

Adapun Christophe Gernigon mendesain Plex’Eat, sebuah pelindung berbentuk tabung yang akan dikenakan para pengunjung di atas kepala selama mereka makan dan berinteraksi. Alat pelindung itu digantung bak lampu di atas kursi Anda, yang otomatis akan menjadi seperti helm makan Anda.

Saat ini, inovasi itu sudah dilakukan oleh restoran H.A.N.D di Paris, Prancis. Cara ini terbukti efisien menjaga okupansi restoran karena desainer tersebut sudah menerima 200 pesanan sejenis untuk restoran dari 5 negara berbeda.

4. Menjadikan Manekin Rekan Makan

Suasana ramai dalam restoran masih menjadi prasyarat penilaian atas masakan di restoran tersebut. Namun dengan kondisi pembatasan sosial selama normal baru, pengelola usaha restoran pun memutar otak untuk bisa tetap menghadirkan suasana ramai dengan jaminan terjaganya pembatasan sosial.

Salah satu restoran di Amerika Serikat yaitu The Inn di Little Washington, Washington, Virginia, mendesain ulang restoran untuk menjaga social distancing. Pasalnya, untuk sejumlah meja yang wajib dikosongkan, oleh pengelola ditempatkan manekin. Dengan begitu suasana restoran seolah-olah tetap ramai dengan pengunjung.

Chef restoran tersebut, Patrick O’Connell menyatakan pihaknya pun bekerjasama dengan komunitas teater setempat untuk mendesain manekin agar tampak bak pengunjung restoran. Komunitas teater juga membagikan tips berakting bagi pengelola dan staf restoran.

Ketika restoran ini buka kembali pada akhir Mei 2020 lalu, para pelayan pun berakting untuk melayani tidak hanya pengunjung asli tetapi juga mendatangi meja-meja yang diisi oleh manekin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akomodasi restoran New Normal
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top