Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Pendaki Gunung Cikuray Abaikan Protokol Kesehatan

Pelonggaran kebijakan pembatasan sosial, membuat pendaki gunung abai akan protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  13:34 WIB
Pendaki di Gunung Cikurai sedang menikmati pemandangan. - Instagram
Pendaki di Gunung Cikurai sedang menikmati pemandangan. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Saat pemerintah memberlakukan kenormalan baru (new normal), para pendaki membalaskan kerinduan liburan dengan mendaki Gunung Cikuray.

Secara administrasi, Gunung Cikuray berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan ketinggian 2.821 mdpl. Pada akhir Juni 2020, beredar video pendaki mengabaikan pembatasan jarak dan ada yang tidak menggunakan masker saat di puncak Gunung Cikuray.

Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia menyayangkan perilaku pendaki yang kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain dengan tidak mentaati protokol kesehatan ketika melakukan pendakian

Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Vita Cecilia mengungkapkan naik gunung pada saat ini merupakan impian jutaan pendaki gunung.

Para pendaki akan langsung menyerbu gunung ketika sedikit saja diberikan kesempatan. Tidak hanya gunung, restoran pun diserbu oleh masyarakat setelah terdapat pelonggaran.

"Kejadian pendakian Cikuray kemarin, [saya lupa nama jalurnya] memang tidak memakai protokol kesehatan yang berlaku di lokasi wisata, apalagi protokol pendakian," katanya kepada Bisnis, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan kondisi tersebut dapat terjadi ketika wilayah atau kawasan yang biasanya dikelola oleh desa atau masyarakat setempat yang mengatur buka atau tutup kawasan. Jadi, lanjutnya, kontrol terhadap protokol kesehatan pendaki pun tergantung pada kesiapan desa atau masyarakat setempat.

"Kalau dilihat dari kondisinya [Cikuray], maka mereka [pengelola] membolehkan siapa pun tanpa ada protokol," katanya.

Dia menuturkan APGI sebenarnya sudah melakukan sosialisasi protokol pendakian di Gunung Cikuray, tapi baru dilakukan di jalur pemancar dan tapak geurot.

"Protokol ini, akan bisa dilakukan jika pengelola kawasan misalnya, TN/BKSDA/Perhutani, ikut membantu dalam mengatur pendakian sesuai protokol yg ada," katanya.

Dia menambahkan kejadian serupa juga telah terjadi di bukit Alas Bandawasa, Bogor, setelah terdapat pelonggaran kebijakan pembatasan sosial pada awal Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata gunung traveling
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top