Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resep Mie Kocok, Masakan Jawa Barat yang Gurih di Lidah

Mie kocok merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orangtua.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  09:30 WIB
Mie kocok - wikipedia
Mie kocok - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA -- Mie kocok merupakan salah satu kuliner khas milik nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana.

Dilansir dari website resmi Indonesia Kaya, Kamis (2/7/2020), makanan ini merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orangtua.

Meski penjualnya banyak ditemukan di berbagai daerah, ternyata mie kocok khas Jawa Barat ini tepatnya berasal dari Bandung. Tidak mengherankan jika jajanan ini sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia.

Menurut buku wisata jajan Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga nampak layu. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan dengan cara demikian.

Mie kocok menggunakan bahan baku berupa mie telor, mie jenis ini banyak dijumpai di pasar tradisional maupun di supermarket. Meski demikian, pengusaha warung mie kocok lebih banyak membuatnya sendiri ketimbang membeli yang sudah jadi.

Selain lebih murah, hal ini juga tentu untuk mempertahankan citarasa khas yang dimiliki oleh pengusaha yang membuka warung mie kocok tersebut.

Selain mie telor sebagai bahan utamanya, kuliner ini menggunakan bahan-bahan lainnya, antara lain seperti sayuran sawi dan tauge, daging, bakso, daun bawang dan bawang goreng.

Membuat mie kocok ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Mulanya, masak air hingga mendidih, kemudian masukkan mie telor beserta sayuran sawi dan tauge, setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan potongan daging dan bakso.

Setelah mie dan sayuran sudah nampak layu, barulah dimasukkan bumbu-bumbu. Bumbu inilah yang menentukan citarasa mie kocok Bandung.

Satu porsi mie kocok lengkap dengan campuran daging dan bakso dibanderol dengan harga berkisar antara Rp10.000-Rp15.000. Harga yang tentu relatif murah bagi masyarakat umum untuk bisa menikmati kuliner khas nusantara yang satu ini.

Nah, berikut resep mie kocok untuk pecinta makanan mie ataupun masakan khas Bandung.

Bahan:

- 400 g mi basah gepeng, siap pakai, cuci, tiriskan

- 150 g taoge, buang akarnya

- 2 sdm daun bawang iris tipis

- 2 sdm bawang goreng

- air jeruk limau

- sambal cabai rawit

Bahan kuah:

- 2 sdm minyak goreng

- 8 siung bawang putih, haluskan

- 2.5 liter kaldu sapi

- 650 g kikil sapi, rebus hingga empuk, potong dadu 2 cm

- 6 cm jahe, memarkan

- 1 butir biji pala, pecahkan

- 1 sdt merica bubuk

- 2 sdt garam

- 1 sdt gula pasir

Cara membuat:

1. Buat kuah terlebih dahulu, panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bawang putih dan jahe sampai harum, angkat, sisihkan.

2. Rebus kaldu sapi ke dalam panci. Masak hingga mendidih.

3. Masukkan kikil, pala, merica, garam, gula, dan tumisan bawang putih. Rebus hingga mendidih.

4. Penyajian: Taruh mi dalam mangkuk saji, tambahkan taoge, siram dengan kuah panas beserta kikil dan sumsumnya.

5.Taburi daun bawang dan bawang goreng. Tambahkan air jeruk limau. Sajikan selagi hangat dengan pelengkap sambal cabai rawit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan Resep masakan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top