Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

63 Hotel dan Resotoran di DIY mulai Beroperasi, Begini Protokol Covid-19 untuk Tamu

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY siap menjalankan sejumlah protokol kesehatan dalam pembukaan hotel dan restoran di Jogja. Sejumlah protokol kesehatan mulai disiapkan seperti pembatasan tamu di kolam renang.
Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  13:23 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta

Bisnis.com, JOGJA - Sebanyak 63 hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Provinsi DIY menyebutkan saat ini ada sekitar 400 hotel dan restoran anggota asosiasi itu. Dengan demikian yang beroperasi baru sekitar 16 persen.

Deddy Pranowo Eryono, Ketua PHRI  DIY, mengatakan 63 hotel dan restoran itu siap menjalankan sejumlah protokol kesehatan dalam pembukaan hotel dan restoran di Jogja. Sejumlah protokol kesehatan mulai disiapkan seperti pembatasan tamu di kolam renang.

Menurut dia, selama pandemi hotel dan restoran berpedoman pada aturan yang dikeluarkan oleh PHRI BPD DIY. Deddy mewajibkan hotel dan restoran yang membuka usaha untuk menyiapkan segala protokol kesehatan dari infrastruktur hingga SDM. Meski demikian jumlah hotel dan restoran yang masih buka saat ini terbilang sedikit.

"Dari 400 hotel dan restoran [yang tergabung dalam PHRI] yang sudah buka baru 63," ujarnya, seperti dilaporkan Harianjogja.com, Kamis (25/6/2020).

Salah satu aturan yang diterapkan adalah pembatasan tamu dalam kolam renang. Dikatakan Deddy jumlah tamu dalam kolam renang dibatasi maksimal tujuh orang. Itu pun tidak boleh berkerumun.

"Kandungan klorinnya agak ditambah, kalau tidak boleh meludah apalagi pipis itu jelas sudah dilarang sejak dulu," jelasnya.

Aturan lainnya menyangkut alur kedatangan tamu, proses check in, menuju kamar, restoran dalam hotel, dapur, juga disimulasikan. Usaha hotel pun telah menerapkan kode QR. Kedepannya Deddy berharap kode QR bisa terhubung dengan informasi mengenai fasilitas kesehatan terdekat serta informasi terkait destinasi yang ada di Jogja.

Menurut keterangan Deddy jumlah pengunjung hotel berbintang mengalami naik turun. Paling tinggi pada Sabtu malam pekan lalu, kenaikan pengunjung hotel berbintang mencapai 35 persen. Sementara untuk berbintang mengalami kenaikan 5-10 persen. "Mayoritas tamu dari DIY meski ada wilayah sekitar DIY seperti Jawa Tengah, atau pun dari luar pulau seperti Lampung, Bali, hingga Kalimantan," terang Deddy.

"Kami menyambut baik simulasi ini, kami ingin ada kepercayaan orang [wisatawan] yang mau ke Jogja, bahwasanya Jogja itu bersih, aman dan, sehat," jelasnya.

Meski diakui Deddy pemenuhan protokol kesehatan Covid-19 di hotel memerlukan biaya yang tinggi. Sementara harga sewa kamar hotel cenderung rendah, bahkan harga akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu) menggunakan harga promosi yang lebih murah dari hari biasa.

"Kami sekarang hanya branding bahwasanya di DIY ada hotel dan restoran yang masih buka serta siap menerima tamu dengan protokol kesehatan," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel restoran phri jogjakarta

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top