Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Ragunan dan Ancol, 4 Museum di Kota Tua sudah Dibuka lagi

Tak hanya Ancol dan Ragunan, sejumlah objek wisata sejarah di kawasan Kota Tua, DKI Jakarta sudah siap beroperasi kembali dalam masa integrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju normal baru. Empat museum yang berada di Kota Tua saat ini sudah bisa dikunjungi, kendati dengan protokol kesehatan Covid-19.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  12:25 WIB
Wisata Kota Tua, Jakarta. - JIBI/Veronika Yasinta
Wisata Kota Tua, Jakarta. - JIBI/Veronika Yasinta

Bisnis.com, JAKARTA - Tak hanya Ancol dan Ragunan, sejumlah objek wisata sejarah di kawasan Kota Tua, DKI Jakarta sudah siap beroperasi kembali dalam masa integrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju normal baru. Empat museum yang berada di Kota Tua saat ini sudah bisa dikunjungi, kendati dengan protokol kesehatan Covid-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta kemungkinan besar akan berakhir. Tuntutan untuk kembali normal dengan kebiasaan baru bertujuan agar ekonomi Indonesia khususnya di DKI Jakarta bisa menggeliat.

Taman Impian Jaya Ancol akan beroperasi kembali pada 20 Juni 2020 mendatang. Sementara Taman Margasatwa Ragunan akan dibuka pada 20-28 Juni 2020.

Tak hanya dua lokasi tersebut, menurut akun resmi Instagram Disparekraf DKI Jakarta yang dilansir, Kamis (18/6/2020), masih ada ragam museum akan beroperasi.

Bisnis mencatat, ada 4 museum di kawasan Kota Tua yang akan dibuka kembali. Berikut rinciannya.

1. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di Kota Tua, merupakan balai kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jenderal Joan van Hoorn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Bangunan yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Memasuki masa normal baru guna menjaga pembatasan fisik museum yang biasanya mulai operasi jam 8 sampai jam 5 sore, kini mulai jam 9 sampai jam 3 saja.

2. Museum Bahari

Museum Bahari adalah adalah cagar budaya yang menyimpan koleksi tentang sejarah kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Museum ini bersebrangan dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sebelumnya, museum ini merupakan kompleks gudang milik VOC yang dibangun sebagai penyimpanan komoditi utama VOC, seperti rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil. 

Museum Bahari mulai beroperasi lagi per 8 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yakni; penyemprotan disinfektan berkala, penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan kewajiban wisatawan serta semua petugas mengenakan masker. Okupansi wisatawan per hari juga hanya boleh 50% saja.

3. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik dibangun pada 1870. Sebagai Lembaga Peradilan tertinggi Belanda. Kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, gedung ini dijadikan sebagai asrama militer. Pada 1967 gedung ini sempat digunakan sebagai Kantor Walikota Jakarta. Selanjutnya pada 1968 hingga 1975 gedung ini digunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta.

Barulah pada 20 Agustus 1976 diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto. Di gedung ini pula terdapat Museum Keramik yang diresmikan oleh Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 10 Juni 1977. Sejak 1990 sampai sekarang menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum ini memiliki 500-an karya seni rupa terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa, dan batik lukis. Sejumlah koleksi-koleksi tersebut ada beberapa koleksi unggulan penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul ‘Pengantin Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, ‘Ibu Menyusui’ karya Dullah, ‘Seiko’ karya S.Sudjojono, dan ‘Potret Diri’ karya Affandi.

Sejak 8 Juni 2020 museum ini sudah kembali beroperasi, namun pengunjung museim dibatasi sekitar 150 orang atau 50 persen dari kapasitas. Museum dibuka pada pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB karena ada penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah museum dibuka. Setiap wisatawan yang masuk juga harus melalui pengecekan suhu tubuh.

4. Museum Wayang

Museum Wayang diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975. Museum Wayang menampilkan berbagai koleksi wayang dan boneka dari negara-negara sahabat diantaranya Malaysia, Thailand, Surinama, Cina, Vietnam, Perancis, Rusia, Polandia, India, dan Kamboja.

Museum ini juga melakukan studi bagi para pelajar dan akademis, bahkan dapat dijadikan tempat pelatihan, pusat dokumentasi, dan penelitian pewayangan, serta dapat dijadikan media pengetahuan budaya antardaerah dan antarbangsa.

Per 8 Juni 2020, museum ini kembali beroperasi mesko masih terbatas waktunya. Selama masa transisi PSBB, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, dan mengikuti pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke kawasan wisata museum ini.

Demikianlah 4 tempat wisata museum di Kota Tua yang bisa Anda kunjungi. Jangan mengabaikan atau tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku ya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

museum kota tua
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top