Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenormalan Baru, Tren Jamu Kian Meningkat

Menurut Konsultan Terapi Herbal, Ning Harmanto masa pandemi Covid-19 mengajarkan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  18:59 WIB
Jamu
Jamu

Bisnis.com, JAKARTA – Tren jamu atau minuman herbal kian meningkat selama masa normal baru karena tingginya kesadaran masyarakat tentang kesehatan.

Menurut Konsultan Terapi Herbal, Ning Harmanto masa pandemi Covid-19 mengajarkan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Alhasil, kini berbagai cara menjadi pembelajaran dan kebiasaan baru masyarakat termasuk mencoba meracik jamu dan minuman herbal.

“Sekarang masyarakat jadi sangat peka pada apa yang kita makan, kita minum, kemudian kita akhirnya jadi lebih berkreasi supaya tidak bosan,” ungkap Ning melalui webinar tentang jamu dan herbal dengan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggi, Rabu (17/6/2020).

CEO PT. Mahkota Dewa Indonesia ini menyatakan, meminum jamu harus menjadi kebiasaan bukan hanya pada masa pandemi. Oleh sebab itu, perlu kreasi dan jenis yang berbeda agar Anda tidak lekas bosan saat mencoba jamu.

Ning mengaku sudah membiasakan anggota keluarga sejak lama dari mulai anak sampai cucu-cucunya untuk mengonsumsi jamu sebagai upaya preventif dan meningkatkan daya tahan tubuh. Alhasil, cucu-cucu Ning memang tidak memiliki kendala meminum jamu. Bahkan, salah satu cucunya seringkali memesan jamu buatan nenek dengan rasa yang asem karena dia menyukai rasa asem.

“Maka minum harus ganti-gantian, supaya tidak bosan. Misalnya; temulawak, berikutnya ganti kunyit, lalu jahe, dan kencur. Bisa juga tambah asem, jadi sesuai selera saja,” ungkap Ning.

Selain mencegah kebosanan, Ning menyebut diversifikasi dalam mengonsumsi jamu akan membantu keseimbangan nutrisi. Pada umumnya, rempah-rempah sebagai bahan dasar jamu punya karakter dan nutrisi yang tak jauh berbeda.

Dengan mengonsumsi secara bergantian atau bervariasi, Anda bisa membantu ketersediaan rempah-rempah tetap aman di pasaran. Selain itu, Anda juga membantu mengenalkan setiap jenis rempah kepada masyarakat. Hal ini diyakini membantu pemasaran rempah-rempah sebagai minuman khas yang sehat asli Indonesia

“Sebab selama ini masalah yang dihadapi petani selalu terbentur dengan permintaan pasar. Ini yang perlu dibantu oleh konsumen,” tutur Ning.

Dia menegaskan, tren minuman jamu di masa depan sangat tergantung dari kemampuan masyarakat dalam berinovasi. Oleh sebab itu, tips pertama dari Ning bagi Anda yang ingin meminum jamu secara rutin adalah kenali dulu kondisi tubuh Anda, dan kenali selera Anda.

Dengan mengenali selera dan kondisi diri sendiri, dijamin Anda mampu meracik sendiri jamu yang sehat sesuai kemauan dan kebutuhan.

“Jadi sebenarnya tak ada masalah jamu ditambahkan susu, coklat, madu, ada banyak cara bisa dilakukan agar jamu itu bisa sesuai selera, dikonsumsi tanpa menghilangkan khasiatnya,” jelas Ning.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top