Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Staycation Makin Naik Daun Saat New Normal, Ini Alasannya

Staycation atau berlibur di dalam lingkungan hotel akan menjadi pilihan terbaik dan menjadi kebiasaan selama new normal.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  17:28 WIB
Ilustrasi staycation - Istimewa
Ilustrasi staycation - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu yang paling ditunggu masyarakat saat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan untuk kemudian menuju pada era kenormalan baru adalah pergi berlibur atau berwisata.

Namun, dalam kondisi yang masih dibayangi ancaman pandemi virus Corona (Covid-19) ini, tetap saja masyarakat akan lebih berhati-hati. Sebab, virus corona masih terus mengintai sehingga para wisatawan tidak bisa bebas berkeluyuran ke destinasi-destinasi wisata seperti masa sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Managing Partner Inventure Indonesia Yuswohady mengatakan kondisi tersebut membuat liburan pasca Covid-19 akan berbeda karena orang akan lebih memilih untuk membuat liburan lebih private dan tidak banyak bersentuhan dengan orang lain.

“Maka, staycation atau berlibur di dalam lingkungan hotel akan menjadi pilihan terbaik dan menjadi kenormalan baru,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa staycation ini akan makin disukai karena wisatawan tidak perlu pergi jauh. Cukup tempat yang nyaman seperti hotel atau menyewa apartemen yang dekat rumah tetapi memiliki berbagai fasilitas yang mumpuni.

“Menikmati beragam fasilitas hotel yang ramah terhadap keluarga seperti restoran, taman bermain, hingga kolam renang, akan diprioritaskan oleh konsumen. Tentu saja dengan mengikuti standar protokol kesehatan seperti kebersihan dan physical distancing,” tambahnya.

Selain itu, staycation juga lebih disukai karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan harus ke luar kota atau ke luar negeri. Apalagi saat ini untuk pergi ke luar kota atau ke luar negeri dengan menggunakan pesawat, banyak syarat yang harus dipenuhi, ongkosnya pun kini jauh lebih mahal.

Menjawab peluang ini, sejumlah hotel pun tak segan untuk memberikan beragam paket-paket promo atau hot deals untuk menarik wisatawan. Para wisatawan pun bakal sulit untuk menolaknya karena setelah karantina selama lebih dari 3 bulan, masyarakat akan “balas dendam” untuk segera menikmati suasana di luar rumah dengan berwisata atau staycation.

Adapun hotel yang juga bakal banyak diminati wisatawan dalam kondisi new normal ini adalah yang terjamin kesehatan dan kebersihannya. Tamu hotel juga ingin meminimalisir kontak fisik atau sentuhan dengan barang-barang khususnya di area umum.

“Untuk menghindari kontak fisik tersebut, sebaiknya hotel menghilangkan barang-barang yang tak perlu yang dinilai bisa menjadi penghantar adanya virus. Sementara itu, sebagian tamu lebih menyukai sentuhan mewah di kamar hotel sehingga tren interior yang minimalis diperkirakan bakal menjadi bentuk kenormalan baru,” tuturnya.

Staycation atau menginap di hotel akan menjadi salah satu pilihan masyarakat yang ingin menikmati atmosfer berwisata tanpa harus pergi ke lokasi wisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona staycation New Normal
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top