Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, 101 Agenda Pariwisata di Kota Palembang Tertunda

Pemerintah Kota Palembang mencatat terdapat 101 agenda pariwisata di kota itu yang tertunda akibat pandemi Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  16:56 WIB
Wali Kota Palembang Harnojoyo mencoba delman di Kambang Iwak Palembang. - Istimewa
Wali Kota Palembang Harnojoyo mencoba delman di Kambang Iwak Palembang. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang mencatat terdapat 101 agenda pariwisata di kota itu yang tertunda akibat pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan pihaknya berharap Palembang bisa segera ditetapkan sebagai zona new normal. 

“Kalau sudah [new normal] paling tidak kita bisa menyelenggarakan kegiatan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” katanya, Minggu (14/6/2020).

Menurut Isnaini, dari 101 event yang rencananya dihelat tersebut, baru sekitar belasan agenda yang sempat terealisasi pada Januari—Februari 2020, atau sebelum kasus Covid-19 dinyatakan pemerintah resmi terkonfirmasi pada Maret 2020.

“Kita baru sempat 2 bulan menyelenggarakan event sisanya belum terlaksana,” katanya.

Dia melanjutkan meski nantinya Palembang masuk dalam tatanan normal baru, namun pihaknya belum bisa memastikan agenda apa yang akan digelar perdana.

Pasalnya, kegiatan pariwisata tidak hanya dilakukan pemerintah tapi melibatkan pihak ketiga.

“Kami belum tahu event apa nanti karena banyak kegiatan yang berkolaborasi dengan pihak ketiga. Mereka pun terdampak, kita mau minta sponsorship ke perusahaan, misalnya juga terdampak,” katanya.

Menurut Isnaini, pariwisata adalah sektor yang paling terdampak akibat pandemi. Kegiatan pariwisata identik dengan berkumpul dan keramaian.

“Sementara unsur yang paling dilarang pada saat pandemi ini adalah berkumpul dan keramaian karena ada ketentuan social dan physical distancing,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini sebetulnya sektor hiburan, mal, kafe dan restoran sudah diperkenankan buka kembali dengan sejumlah persyaratan yang diatur pemkot terkait protokol kesehatan.

“Jadi sejak PSBB tahap dua berlaku, sektor hiburan sudah boleh buka dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya juga mengimbau pelaku industri pariwisata dan hiburan di Kota Palembang agar tak ragu untuk beraktivitas kembali.

“Jangan ada keraguan, bukalah tempat hiburan, mal, kafe dan restoran tetapi dengan memerhatikan protokol kesehatan dan aturan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Isnaini mengatakan pihaknya pun mengimbau industri pariwisata agar dapat mempromosikan keamanan dari setiap usaha sehingga masyarakat yakin untuk berkunjung.

Untuk meyakinkan pengunjung tersebut, kata dia, memang butuh upaya lebih dari pelaku usaha termasuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menyediakan fasilitas protokol kesehatan.

“Keluar cost sedikit untuk mempromosikan keamanan, daripada tidak berbuat sama sekali nanti malah orang tidak mau ke hotel atau tempat hiburan karena takut tidak aman,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top