Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Google : Pandemi Covid-19 Ubah Minat dan Pertimbangan Traveling

Di Indonesia, ada 44% responden memilih untuk melakukan perjalanan ke luar negeri pada lebih dari satu tahun dari sekarang. Namun di Indonesia hanya 17% responden ingin melakukan perjalanannya dalam tiga bulan ke depan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  18:36 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan penelitian dari Google Consumer Surveys pada April dan Mei 2020, beberapa konsumen di Asia Pasifik menunjukkan minat untuk melakukan perjalanan domestik di masa depan.

Melalui keterangan resmi hasil survei yang diterima Bisnis, Senin (8/6/2020), lebih dari 25% responden di Indonesia, India, Filipina, dan Vietnam menyatakan berencana melakukan perjalanan domestik dalam tiga bulan ke depan.

Sementara dibandingkan responden dari negara lain seperti Australia dan Jepang, mereka hanya 14% responden yang berencana melakukan wisata.

Di Indonesia, ada 44% responden memilih untuk melakukan perjalanan ke luar negeri pada lebih dari satu tahun dari sekarang. Namun di Indonesia hanya 17% responden ingin melakukan perjalanannya dalam tiga bulan ke depan.

Sisanya, ada 14% responden Indonesia yang hendak melakukan wisatawan dalam 6 bulan ke depan, ada 11% dalam kurun waktu 6 bulan sampai 9 bulan, dan 14% responden berencana wisata dalam kurun waktu 9-1 tahun ke depan.

Dari survei itu Google menyimpulkan, cara berlibur masyarakat akan berubah. Pandemi Covid-19 memengaruhi cara seseorang dalam memutuskan rencana perjalanan. Penelitian ini mengungkapkan tiga cara perubahan perilaku dan harapan konsumen dalam merencanakan perjalanan.

Pertama, lebih memprioritaskan keamanan dan kebersihan

Survei ini menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama konsumen di seluruh dunia. Salah satu faktor penting untuk memenuhi rasa aman adalah jaminan standar kebersihan yang lebih tinggi.

Di Indonesia, 24% responden yang ingin bepergian dalam tiga bulan ke depan menyebut “peningkatan standar kebersihan, ada 21% responden menyatakan “ketersediaan masker gratis atau sanitizer wipes” sebagai pendorong utama untuk melakukan pemesanan hotel.

Kedua, mendapatkan potongan harga dan fleksibilitas

Ketika konsumen Indonesia mulai mempertimbangkan untuk kembali melakukan perjalanan, motif untuk memesan penerbangan adalah potongan harga bagi konsumen. Hal ini terlihat dari 28% responden di Indonesia mengatakan potongan harga penerbangan mendorong mereka untuk melakukan perjalanan. Namun hal inu hanya karena konsumen Indonesia menginginkan diskon, mereka juga tetap mengutamakan peningkatan standar kebersihan pada fasilitas yang digunakan. Selain itu, survei yang sama juga menyatakan hanya 16% responden yang memungkinkan melakukan wisata jika tidak ada biaya pembatalan.

Ketiga, pertimbangan preferensi jangka pendek konsumen

Penelitian menunjukkan jika mereka ingin memesan perjalanan dalam tiga bulan kedepan, 34% responden di Indonesia memilih melakukan perjalanan ke kawasan Asia Pasifik dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, perjalanan domestik jarak dekat juga lebih menarik bagi 23% responden.

Survei yang sama juga menemukan masih ada 21% responden yang akan tetap mau melakukan perjalanan dalam negeri. Sisanya ada 22% responden yang tetap mau melakukan perjalanan luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google wisatawan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top