Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mulai 1 Juli, Pantai di Maladewa Akan Kembali Dibuka Bagi Wisatawan

Maldives bakal dibuka kembali untuk turis pada bulan Juli mendatang dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan wajib.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  05:25 WIB
Penginapan di Maladewa - baros.com
Penginapan di Maladewa - baros.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Republik Maladewa (Maldives) berencana untuk membuka kembali pantai-pantainya bagi para wisatawan mulai Juli mendatang, dengan sejumlah protokol keamanan terkait Covid-19.

Menteri Pariwisata Maladewa Ali Waheed mengumumkan bahwa Maladewa berencana untuk dibuka kembali mulai 1 Juli.

"Kami berencana untuk membuka kembali perbatasan kami untuk pengunjung pada Juli 2020,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata Maladewa yang bertanggal 30 Mei 2020, seperti dilansir Times of India, Kamis (4/6/2020).

Negara ini siap menyambut wisatawan dari negara-negara Asia, termasuk India, Cina, Korea Selatan dan Sri Lanka, dan di Timur Tengah.

Sejumlah maskapai global seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways juga disebutkan akan memulai operasi komersial dan wisatawan yang tiba dengan pesawat pribadi atau kapal pesiar juga diizinkan masuk ke negara itu.

Namun, negara tidak akan menjamu tamu dari 12 negara, termasuk Spanyol, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pengunjung yang datang ke negara itu tidak akan dikenakan biaya tambahan.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata setempat juga telah mengusulkan biaya visa turis tambahan dan biaya pendaratan, tetapi sesuai pedoman yang baru ini, tidak ada biaya tambahan akan dikenakan pada wisatawan.

“Kami juga ingin memastikan bahwa tamu-tamu kami tidak akan dikenakan biaya tambahan apapun saat masuk ke Maldives.”

Negara pulau Maladewa adalah salah satu negara yang sebagian besar mengandalkan pariwisata. Dan sesuai data, bidang industri pariwisata memiliki kontribusi sekitar 28 persen terhadap PDB negara tersebut.

Akan tetapi, perbatasan negara Maladewa sempat ditutup bagi wisatawan akibat pandemi Covid-19 mulai Maret 2020. Hal ini membuat timbulnya kerugian besar karena anjloknya pendapatan dari sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata juga mengatakan bahwa negara itu tidak bisa tetap tertutup lama. Jadi pihak berwenang bersama dengan perwakilan industri sedang mempersiapkan pedoman untuk memulai kembali pariwisata di Maladewa mulai Juli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Maladewa covid-19

Sumber : Times of India

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top